Pahlawan Tanpa Balas Jasa Pengabdian Sepanjang Masa

Setiap kita bisa menjadi pahlawan. Salah satunya menjadi pahlawan tanpa balas jasa. Jasa pahlawan dilihat dari sumbangsih bagi sekitarnya.

Bagi seorang dokter keahlian mengobati penyakit pasien adalah jasa yang tak ternilai. Untuk seorang ibu rumah tangga mengabdikan diri melayani keluarga juga merupakan pengabdian tanpa balas jasa. Begitupun dengan seorang guru atau tenaga pengajar yang setia meluangkan tenaga, pikiran dan waktunya untuk mendidik generasi penerus bangsa.

Pahlawan Tanpa Balas Jasa

Guru adalah profesi mulia yang keberadaannya menjadi garda terdepan pada tingkat pendidikan sekolah formal. Mengenyam pendidikan sekolah formal sendiri adalah hak setiap anak seperti yang diamanatkan dalam UUD 1945.

Dari guru anak-anak akan mempelajari banyak hal. Tidak saja dari segi akademik namun juga budi pekerti dan norma kehidupan. Melalui pendidikan formal anak-anak akan belajar berpikir kritis, cermat dan berusaha mencari solusi sederhana untuk menyelesaikan masalah.

Pahlawan tanpa balas jasa
Guru pendidik generasi penerus bangsa | pribadi

Membuka Les Pelajaran Tambahan

Ibu Fitria Utami bertempat tinggal di salah satu pemukiman padat penduduk daerah Kapuk, Jakarta Barat. Sebagian besar tetangga beliau berasal dari masyarakat berstrata ekonomi ke bawah. Banyak orang tua yang hanya mampu menyekolahkan anak mereka ke sekolah dasar negeri atau atau sekolah swadaya.

Masalah terjadi ketika banyak anak yang tidak mengerti materi pelajaran dari sekolah. Berawal dari peristiwa ini Ibu Fitria Utami membuka pintu rumahnya untuk memberi les pelajaran tambahan pada anak-anak tersebut.

Tidak ada pungutan biaya yang memberatkan untuk jasa “les pelajaran tambahan” ini. Para orang tua anak didik diperbolehkan membayar biaya “les pelajaran tambahan” semampunya. Kegiatan ini dilakukan Ibu Fitria Utami sembari ia melanjutkan kuliah strata satu di sekolah tinggi informatika.

Menjadi Guru Honorer

Karena kepeduliannya pada dunia pendidikan, pada tahun 2006 seorang pendiri MI Nurul Huda meminta kesediaan Ibu Fitria Utami menjadi tenaga pendidik honorer di sekolah. Kegiatan ini tentu menambah padat waktu yang harus dicurahkan Ibu Fitria Utami. Pada akhirnya “les pelajaran tambahan” terpaksa dihentikan karena tidak tersedia tenaga dan waktu yang cukup.

Kuliah Lagi dan Mendapat Sertifikasi

Ketika ada program sertifikasi tenaga pendidik yang mensyaratkan harus bergelar sarjana kependidikan, Ibu Fitria Utami memutuskan untuk menempuh kuliah lagi pada jurusan kependidikan. Keputusan kuliah strata satu  untuk kedua kali mempunyai alasan tertentu. Salah satunya karena Ibu Fitria Utami ingin lebih serius mengabdikan diri dalam dunia pendidikan berdasarkan keilmuan.

Tak ada hasil yang menghianati usaha, pada tahun 2017 Ibu Fitria Utami berhasil memperoleh gelar Sarjana Pendidikan dari Universitas Terbuka. Mempunyai gelar Sarjana Kependidikan menjadi bekal untuk dapat mempraktikkan cara mendidik sekaligus memperoleh sertifikasi tenaga pendidik. Sekarang berkat keuletannya beliau sudah menjadi guru sekolah dasar bersertifikasi tenaga pendidik.

Sekolah Sederhana

Saat ini Ibu Fitria Utami tercatat sebagai tenaga pendidik kelas lima di MI Nurul Huda. Sekolah dasar swadaya berbasis Agama Islam ini, menempati bangunan rumah tinggal yang sederhana. Tidak ada halaman sekolah tersedia. Bahkan jika hujan sedikit saja maka air genangan akan langsung membanjiri jalan masuk menuju sekolah.

Ruangan kelas yang tersedia hanya disekat seadanya. Terbatasnya ruang belajar menyebabkan waktu pengajaran terbagi dua. Terdapat waktu kelas pagi dan waktu kelas siang. Lokasi sekolah sendiri berimpit dengan tempat tinggal sederhana para warga. Namun sekolah ini mempunyai anak murid yang terdaftar sebanyak hampir 450 siswa. Mulai dari kelas satu sampai kelas enam

Daya Tarik Sekolah

Menurut orang tua murid yang saya wawancarai, terjangkaunya uang masuk sekolah untuk golongan ke bawah dan kesabaran para tenaga pendidik dalam mengayomi anak murid menjadi daya tarik sekolah ini. Dibantu 15 tenaga pendidik yang sebagian besar perempuan, sekolah dasar swadaya berbasis Agama Islam ini menjadi oase di tengah pemukiman padat penduduk.

Pengabdian Sepanjang Masa

Pengabdian yang dilakukan Ibu Fitria Utami kini sudah masuk dalam hitungan satu dasawarsa lebih. Menurut Ibu Fitria Utami, ada satu kebanggaan tersendiri jika melihat anak didik mampu melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya. Pengabdian Ibu Fitria Utami pada dunia pendidikan akan terus dilakukan sepanjang hayat dikandung badan. Begitulah jika seseorang sudah menjiwai dan mencintai sebuah pekerjaan.

Penutup

Dari kisah inspiratif Ibu Fitria Utami terdapat hikmah yang dapat dipelajari bahwa “Pahlawan” dapat dimulai dari diri sendiri. Jika menjiwai dan memaknai apa yang kita kerjakan dengan sungguh-sungguh, niscaya akan mendapatkan hasil bermakna.

Ibu Fitria Utami adalah contoh pahlawan tanpa balas jasa yang sesungguhnya. Sebagai sahabat baik dari beliau saya ingin memberi #KadoUntukPahlawan bagi Ibu Fitria Utami atas dedikasi yang tinggi pada dunia pendidikan. Kisah ini bisa menjadi inspirasi buat kita semua.

Saya mendapatkan informasi ada kontes Blog Super Bercerita yang diadakan Aplikasi Super. Kontes dengan tema #KadoUntukPahlawan diadakan mulai dari tanggal 4 April 2022 sampai 5 Juni 2022.

Harapannya jika saya berhasil menjadi salah satu pemenang dari kontes ini maka hadiah akan diberikan pada Ibu Fitria Utami. Setidaknya dapat membantu membeli alat tulis dan buku bacaan untuk menambah koleksi perpustakaan sekolah.

Sehubungan periode kontes masih lama yuk temans ikutan juga dengan cara menuliskan sosok “Pahlawan” yang dapat menjadi inspirasi dalam kehidupan sehari-hari. Hadiahnya oke punya lho. Untuk informasi persyaratan dan hadiah kontes Blog Super Bercerita dengan tema #KadoUntukPahlawan bisa langsung melihat Aplikasi Super ya. Semoga Informasi ini bermanfaat.

Leave a Comment