Liburan selalu menjadi waktu yang paling dinanti. Kesempatan untuk melepas penat, mengunjungi tempat baru, menikmati keindahan alam, hingga mengabadikan setiap momen bersama sahabat tentu memberikan pengalaman yang menyenangkan.
Namun, di balik perjalanan yang penuh cerita, ada satu hal kecil yang sering luput dari perhatian, yaitu kesehatan mata.
Banyak orang hanya fokus membawa pakaian, kamera, obat pribadi, atau perlengkapan perjalanan. Padahal, organ penglihatan juga membutuhkan perlindungan, terutama ketika beraktivitas di luar ruangan.
Paparan debu, terpaan angin, sinar matahari, perjalanan jauh, serta waktu menatap layar ponsel saat mencari rute wisata dapat membuat mata terasa tidak nyaman.
Gejala seperti mata sepet, perih, lelah, hingga pandangan kurang segar sering dianggap sepele. Padahal, kondisi tersebut dapat mengurangi kenyamanan selama menikmati perjalanan.
Liburan Impian yang Hampir Terganggu
Akhir tahun menjadi momen spesial ketika aku dan dua sahabat akhirnya berhasil mewujudkan rencana menjelajahi Kota Malang dan Surabaya. Kami berasal dari kota yang berbeda. Aku berangkat dari Tangerang Selatan, Mbak Aisyah dari Balikpapan, sedangkan Mbak Maria menunggu di Surabaya.
Setelah berkumpul, perjalanan langsung dimulai menuju Coban Kaca di Batu Malang Jawa Timur. Ini adalah salah satu destinasi alam yang terkenal karena kejernihan airnya. Jalur menuju lokasi cukup menantang sehingga kami memilih menggunakan ojek motor trail agar perjalanan lebih cepat.
Awalnya semua terasa menyenangkan. Pemandangan hijau membentang di sepanjang perjalanan. Namun, semakin jauh memasuki kawasan hutan, jalan berbatu, ilalang tinggi, serta debu yang beterbangan mulai menjadi tantangan tersendiri.
Di tengah perjalanan, kami baru menyadari satu kesalahan besar. Kami lupa membawa kacamata pelindung. Angin yang cukup kencang membuat debu terus menerpa wajah. Sesampainya di Coban Kaca, mata terasa sepet, muncul sensasi perih, dan penglihatan mulai kurang nyaman.
Mendadak Mbak Aisyah berteriak kencang, “Aduh, mataku kok rasanya nggak enak, ya?”
Mbak Maria menimpali, “Iya, sama. Kayaknya tadi terlalu banyak kena angin.”
“Pantesan jadi sepet dan perih.” lanjutnya
Aku berseru, “Kita tadi lupa bawa kacamata pelindung.”
Mbak Aisyah sigap mengeluarkan sesuatu dari ransel kecilnya sambil berteriak, “Untung aku bawa Insto Dry Eyes.”
“Wah, boleh pinjam? Rasanya mata sudah capek banget.” aku dan Mbak Maria bersahutan ingin memakai Insto Dry Eyes untuk mengobati mata yang sudah PErih.
Alhamdulilah mata SEpet perlahan menghilang dan pandangan menjadi segar dan nyaman. Beberapa menit kemudian kami kembali menikmati suasana Coban Kaca dengan mata yang terasa lebih segar sehingga kegiatan wisata dapat dilanjutkan tanpa gangguan berarti.
Mengapa Mata Bisa Terasa Sepet?
Mata SEpet bukanlah istilah medis, tetapi sering digunakan masyarakat untuk menggambarkan kondisi ketika mata terasa kering, tidak nyaman, berat, perih, atau cepat lelah.
Menurut American Academy of Ophthalmology (AAO), keluhan tersebut umumnya berkaitan dengan berkurangnya kualitas atau jumlah air mata sehingga permukaan mata kehilangan kelembapan yang diperlukan. Akibatnya muncul rasa tidak nyaman, sensasi mengganjal, bahkan penglihatan dapat menjadi kabur sementara.
Sementara itu, Mayo Clinic menjelaskan bahwa mata kering dapat dipicu oleh berbagai faktor, antara lain bisa dari paparan angin, debu, udara berasap, penggunaan gawai terlalu lama, perjalanan jauh, kurang berkedip dan usia yang bertambah.
Seluruh kondisi tersebut sangat mungkin terjadi ketika seseorang sedang melakukan aktivitas wisata di luar ruangan.

Gejala Mata SePeLe yang Perlu Diwaspadai
Menurut American Optometric Association (AOA) dan American Academy of Ophthalmology, beberapa Gejala Mata Kering atau SePeLe yang sering muncul meliputi: mata terasa kering, mata seperti sensasi panas atau terbakar, mata terasa perih serta mata mudah berair sebagai respon terhadap kekeringan.
Apabila keluhan berlangsung terus-menerus, disertai nyeri hebat, penurunan penglihatan, atau mata tampak sangat merah, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter mata agar memperoleh pemeriksaan lebih lanjut.

Cara Menjaga Mata Tetap Nyaman Saat Berwisata
Pengalaman sederhana selama perjalanan memberikan pelajaran bahwa menjaga kesehatan mata sama pentingnya dengan mempersiapkan perlengkapan lainnya. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:
Pertama, gunakan kacamata pelindung ketika berkendara atau berada di area berdebu. Selanjutnya, konsumsi air putih yang cukup agar tubuh tetap terhidrasi. Setelahnya, usahakan untuk beristirahat secara berkala apabila melakukan perjalanan panjang.
Langkah praktis lainnya dengan mengurangi menatap layar ponsel tanpa jeda. Berikutnya usahakan mata berkedip secara normal agar permukaan mata tetap lembap.
Terakhir, gunakan pencahayaan yang baik ketika membaca atau menggunakan perangkat digital. Kebiasaan sederhana tersebut dapat membantu menjaga kenyamanan mata selama beraktivitas.
Solusi Ketika Mata Mulai Sepet
Saat mata mulai terasa kurang nyaman akibat paparan debu atau udara kering, penggunaan obat tetes mata sesuai indikasi dapat menjadi salah satu pilihan.
Dalam perjalanan kami menuju Coban Kaca, INSTO DRY EYES menjadi penyelamat sehingga aktivitas wisata tetap dapat dinikmati.
Insto Dry Eyes mengandung Hydroxypropyl Methylcellulose (HPMC) yang bekerja sebagai pelumas permukaan mata sehingga membantu meredakan gejala mata kering sesuai petunjuk penggunaan.
Meski demikian, apabila keluhan tidak kunjung membaik setelah menggunakan obat tetes mata atau justru semakin berat, pemeriksaan ke dokter mata tetap menjadi langkah terbaik.

Jangan Anggap SePeLe Gejala Mata
Banyak orang berpikir mata SEpet hanyalah rasa lelah biasa. Padahal, apabila dibiarkan, kondisi tersebut dapat mengganggu kenyamanan ketika bekerja, belajar, mengemudi, maupun menikmati liburan.
Paparan debu, terpaan angin, penggunaan gawai dalam waktu lama, hingga kurang tidur merupakan faktor yang sering kali tidak disadari menjadi penyebab utama. Karena itu, perlindungan mata seharusnya menjadi bagian dari persiapan sebelum bepergian.
Liburan seharusnya menjadi momen untuk menciptakan kenangan indah, bukan pengalaman yang terganggu karena mata terasa tidak nyaman. Pengalaman kami di Coban Kaca mengajarkan bahwa hal kecil seperti membawa kacamata pelindung dan menyediakan obat tetes mata ternyata memiliki manfaat yang besar.
Mulai sekarang, jangan hanya menyiapkan kamera, pakaian, atau perlengkapan perjalanan. Pastikan kesehatan mata juga menjadi prioritas agar setiap destinasi dapat dinikmati dengan lebih nyaman.
Yuk, jangan sepelekan gejala mata SEpet, PErih, dan LElah. Lindungi mata sejak awal, siapkan perlengkapan yang tepat, serta gunakan #InstoDryEyes #BebasMataKering #MataSePeLeJanganSepelein sesuai aturan pakai ketika gejala mata kering mulai muncul. Bila keluhan berlangsung lama atau disertai gangguan penglihatan, segera konsultasikan ke dokter mata terdekat.
Referensi :
1. Halo Doc https://www.halodoc.com/artikel/solusi-mudah-atasi-mata-sepet-perih-dan-lelah?srsltid=AfmBOorMwLHUEnslYvvXm__PZhw9DxzI6K6TtuhLNsboL_Qkp3VlCYqE
2. American Academy of Ophthalmology (AAO). Dry Eye Syndrome. https://www.aao.org/eye-health/diseases/what-is-dry-eye
3. Mayo Clinic. Dry Eyes – Symptoms and Causes. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/dry-eyes/symptoms-causes

Seorang blogger yang senang bercerita melalui tulisan mengenai kegiatan sehari-hari yang berhubungan dengan lifestyle khususnya tips, keuangan, kecantikan, review produk dan teknologi