BBM Bersubsidi Tepat Sasaran mempunyai tujuan supaya subsidi energi yang tak terbarukan bisa digunakan secara humanis. Artinya hanya golongan yang tidak mampu saja yang dapat menerima subsidi BBM ini.
Namun kenyataan dilapangan menghasilkan beberapa temuan jika subsidi BBM energi tak terbarukan ini justru dinikmati golongan yang mampu. Hal ini berakibat tidak tepatnya penyaluran BBM Bersubsidi sekaligus mengoyak rasa keadilan sosial.

BBM Bersubsidi Tepat Sasaran
Pada hari Senin tanggal 7 November 2022 dan Selasa tanggal 8 November 2022, Saya mengikuti dialog publik dengan tema “Pengendalian BBM Bersubsidi Tepat Sasaran di Wilayah DKI Jakarta”.
Dialog publik dalam bentuk talkshow virtual melalui Youtube diadakan oleh KBR dan YLKI. Dialog pada tanggal 7 November dimoderatori oleh Kak Debora Tanya dan dibuka oleh Direktur KBR Bpk. Bimo Bramantyo Murti. Dalam sambutannya beliau mengatakan pentingnya sosialisasi BBM bersubsidi tepat sasaran kepada masyarakat luas.
Sedangkan Bpk. Tulus Abadi selaku Ketua Pengurus Harian YLKI memberikan pernyataan jika masih banyaknya “Polemik” di masyarakat terkait kualitas BBM dan keadilan ekologis BBM ramah lingkungan.
Pada hari kedua, dialog publik di moderatori oleh Kak Rizal Wijaya dengan narasumber Ibu Luckmi Purwandari, ST.M, SI selaku Direktur Pencemaran Udara KLH, Bpk. DR. Syadrin Liputo, A.T.D., MT, sebagai Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Bpk. Tulus Abadi selaku Ketua Pengurus Harian YLKI dan Bpk. Maompang Harahap, ST, M.M sebagai Direktur Pembinaan Usaha Hilir Migas.
Peruntukan Subsidi Energi
Pada prinsipnya penentuan subsidi BBM bagian dari subsidi energi. Pemberian subsidi energi adalah hak masyarakat serta dijamin Undang Undang Energi. Peruntukan subsidi energi ditujukan bagi masyarakat tidak mampu atau yang masuk kategori miskin.
Energi yang disubsidi meliputi; listrik, elpiji 3 kg dan BBM. Menurut Ketua Pengurus Harian YLKI Bapak Tulus Abadi, untuk subsidi listrik dan elpiji 3 kg dapat dikatakan sudah lumayan tepat sasarannya.

Fakta di Lapangan
Sedangkan subsidi energi pada BBM masih banyak yang tidak tepat sasaran. Temuan fakta dilapangan memperlihatkan bagaimana subsidi BBM masih banyak dinikmati pemilik kendaraan bermotor dari golongan masyarakat kaya dan mampu secara ekonomi.
Total kepemilikan kendaraan bermotor baik roda dua dan roda empat di wilayah DKI Jakarta sampai bulan Oktober 2022 berdasarkan data dari Polda Metro Jaya sebesar 12.965.589 unit.
Berdasarkan data tersebut, dapat dibayangkan jika hampir separuh saja dari unit kendaraan yang ada menggunakan BBM bersubsidi. Hal tersebut akan membuat peningkatan polusi udara hasil dari emisi gas buang kendaraan bermotor

Jenis BBM Bersubsidi
BBM bersubsidi adalah bahan bakar minyak yang disubsidi pemerintah serta dijamin persediaannya. Pengadaan BBM bersubsidi menggunakan sumber dana APBN. Oleh karena itu harga jual BBM bersubsidi ditentukan oleh pemerintah dan lebih murah dari harga pasar.
Terdapat dua jenis BBM bersubsidi yaitu; bahan bakar bensin yang mempunyai nilai oktan rendah 90 seperti Pertalite dan bahan bakar diesel Biosolar dengan nilai sentana rendah 48.
Oleh karena kedua bahan bakar minyak ini disubsidi pemerintah maka distribusinya diatur sedemikian rupa. Tujuannya supaya tercapai keadilan sosial.

Bahaya BBM Bersubsidi Tidak Tepat Sasaran
Jika melihat kenyataan dilapangan, ternyata masih banyak terjadi penyelewengan BBM bersubsidi. Masih banyak orang dengan kategori mampu menikmati subsidi energi. Ini artinya masih diperlukan pendekatan pemahaman pada masyarakat tentang pentingnya distribusi BBM bersubsidi tepat sasaran.
Penyaluran BBM bersubsidi yang tidak tepat sasaran akan berdampak pada ketidakadilan secara ekonomi. Karena banyak orang yang tidak berhak ternyata mendapat BBM bersubsidi sedangkan yang berhak justru tidak mendapatkan hak tersebut.

Kendaraan Pribadi dan BBM Subsidi
Menurut data dari YLKI, BBM Subsidi jenis Pertalite masih banyak dinikmati oleh masyarakat kategori mampu secara ekonomi. Rata-rata transaksi Pertalite sebesar 2,5 liter untuk kendaraan roda dua. Sedangkan untuk kendaraan roda 4 rata-rata menggunakan Pertalite sebanyak 23,5 liter.
Berdasarkan data juga, sekitar 98,7% kendaraan roda empat pribadi mendominasi penggunaan BBM subsidi Pertalite. Sedangkan sekitar 97,8% kendaraan roda dua pribadi mendominasi penggunaan BBM subsidi Pertalite.

BBM Subsidi dan Lingkungan
Tidak hanya itu penggunaan BBM bersubsidi cenderung tidak ramah lingkungan. Jejak karbon BBM bersubsidi menjadi salah satu penyebab perubahan iklim global.
BBM bersubsidi dengan kadar oktan dan sentana yang rendah menghasilkan residu tinggi dari gas buang. Ini berakibat pada polusi udara. Dampak dari polusi udara terjadinya pemanasan global.
Beberapa kasus akibat pemanasan global seperti; mencairnya es di permukaan bumi, tenggelamnya beberapa daratan atau pulau, terjadinya cuaca ekstrim dan sebagainya. Perubahan iklim pada akhirnya juga mengancam kepunahan flora dan fauna. Ekosistem laut juga ikut berubah drastis.
Tingginya polusi udara juga berdampak pada kesehatan manusia. Salah satunya sering terjadi penyakit infeksi saluran pernapasan, kanker, gangguan mata dan kulit serta jumlah kematian meningkat.
Melihat dari dampak negatif terhadap lingkungan yang ditimbulkan dari penggunaan bahan bakar minyak beroktan rendah maka sudah seharusnya tidak diberikan insentif atau subsidi. Pemberian subsidi lebih layak jika diberikan pada bahan bakar beroktan tinggi yang bersih dan tidak mencemari lingkungan.

Mendulang Utang
Menurut Undang Undang No.30/2007 tentang energi, “harga energi ditetapkan berdasarkan nilai keekonomian berkeadilan (Pasal 7 ayat 1)”. Artinya harga energi diserahkan pada mekanisme pasar. Masalahnya sumber bahan baku BBM dan elpiji masih diperoleh dari luar negeri atau merupakan produk impor sebesar 60-70%.
Perolehan bahan baku BBM yang sebagian besar merupakan produk impor tentu saja membebani keuangan negara. Sedangkan keuangan negara sendiri sangat terbatas. Akibatnya negara mendulang utang supaya bisa memberikan subsidi BBM pada masyarakat kurang mampu.
Pengalihan Subsidi BBM supaya Berkeadilan Sosial
Sejatinya sumber pembiayaan dari utang harus memberikan manfaat berkeadilan sosial. Untuk itu pemerintah secara perlahan namun pasti mulai mengalihkan subsidi BBM pada sektor lain yang lebih produktif.
Menggunakan BBM bersubsidi akan menggerus keuangan negara sebesar 570 T/ tahun. Jika uang subsidi ini dialihkan untuk kepentingan masyarakat banyak maka bisa digunakan membangun jalan tol dan jalan provinsi untuk kelancaran arus barang dan sembako. Bisa juga untuk membangun sekolah, rumah sakit, PLTU dan pemberian BLT selama 10 tahun.
Jika tetap ingin memberikan subsidi BBM, seharusnya diberikan pada BBM dengan oktan tinggi yang ramah lingkungan. BBM yang mempunyai kadar oktan rendah dan sudah diprediksi dapat mencemari lingkungan seharusnya tidak layak mendapat subsidi. Bahkan seharusnya diberikan cukai seperti rokok.
Keuntungan BBM Ramah Lingkungan
Pengalihan BBM bersubsidi secara tidak langsung memaksa pengguna kendaraan bermotor untuk menggunakan BBM ramah lingkungan. Banyak keuntungan yang didapatkan terkait penggunaan BBM ramah lingkungan.
Kendaraan yang menggunakan BBM ramah lingkungan mendapatkan manfaat antara lain; performa mesin terjaga keawetannya, pembakaran BBM menghasilkan tingkat karbon dan timbal yang rendah. Pada akhirnya gas buang dari kendaraan tidak sampai mencemari lingkungan.
Keluhan awal ketika masyarakat beralih menggunakan BBM ramah lingkungan terdapat pada daya beli. Namun seiring berjalannya waktu akhirnya masyarakat sudah terbiasa membeli BBM ramah lingkungan.

Komitmen Industri Kendaraan Bermotor
Untuk mendukung pengalihan BBM bersubsidi, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia menerapkan penggunaan BBM ramah lingkungan pada produk mereka. Secara tidak langsung pembeli kendaraan diminta untuk mengisi bahan bakar yang ramah lingkungan.
Apabila pelanggan tidak menggunakan BBM ramah lingkungan maka layanan service berkala selama masa garansi kendaraan baru menjadi tidak berlaku. Pelanggan yang menggunakan BBM Subsidi akan dikenakan biaya berbayar untuk layanan service berkala walaupun masih dalam masa garansi.
Untuk jenis mesin bensin, BBM ramah lingkungan mempunyai kadar oktan tinggi sebesar 92 ke atas seperti Pertamax dan Pertamax Turbo. Untuk jenis mesin diesel tersedia Pertamina Dex dan Dexlite.
Regulasi Emisi di Indonesia sejak tahun 2003 mensyaratkan tidak ada lagi kendaraan yang menggunakan BBM Subsidi. Namun kenyataan dilapangan masih banyak yang bergantung pada BBM bersubsidi.
Syarat minimum BBM berdasarkan standar Euro 4 adalah untuk jenis bensin menggunakan RON 91 & S < 150 ppm. Sedangkan untuk Diesel menggunakan CN 51 & S < 300 PPM.
Kondisi Udara Membaik
Semakin terbiasanya masyarakat mengkonsumsi BBM ramah lingkungan maka kualitas udara khususnya di wilayah DKI Jakarta mengalami perubahan ke arah yang lebih baik.
Menurut Ibu Luckmi Purwandari, ST.M, SI Direktur Pencemaran Udara KLH, berdasarkan data dari 5 stasiun pemantauan pencatatan kualitas udara di wilayah DKI Jakarta beranjak membaik. Tepatnya sejak Bulan September atau tepat 65 hari setelah penerapan subsidi BBM terpantau terjadi penurunan pencemaran udara di wilayah DKI Jakarta.
Migrasi Perubahan Perilaku
Menurut Bpk Tulus Abadi selaku Ketua Pengurus Harian YLKI, kecenderungan penurunan pencemaran udara ini disebabkan migrasi atau perpindahan perilaku penggunaan BBM. Pengguna kendaraan yang semula menggunakan BBM bersubsidi secara sukarela berpindah menggunakan BBM ramah lingkungan.
Selain itu sebagian masyarakat memilih menggunakan moda transportasi umum untuk berkegiatan sehari-hari.Layanan moda transportasi umum untuk wilayah DKI Jakarta semakin hari semakin diminati masyarakat.
Dukungan Moda Transportasi Umum
Peningkatan layanan moda transportasi umum dilakukan secara berkesinambungan. Jenis moda transportasi umum yang ada di wilayah DKI Jakarta seperti; MRT, Commuter Line atau KRL, LRT, Bus Transjakarta sampai angkutan umum terintegrasi lainnya.
Faktor penyebab pengguna kendaraan pribadi beralih ke moda transportasi umum adalah biaya yang terjangkau. Selain itu menggunakan moda transportasi umum membuat jarak tempuh menjadi cepat dan durasi perjalanan bisa diprediksi.
Saat ini fasilitas moda transportasi umum dirasakan masyarakat sudah nyaman, berpendingin udara dan bersih. Ini juga menjadi daya tarik tersendiri yang mendorong orang mau beralih menggunakan moda transportasi umum.
Pengalaman Pribadi Menggunakan BBM Non Subsidi
Sebagai pengguna kendaraan bermotor roda dua, sejak awal saya sudah diberikan informasi oleh dealer motor untuk menggunakan BBM ramah lingkungan.
Alasan dari dealer karena menggunakan BBM ramah lingkungan bisa membuat kinerja mesin motor lebih awet. Tarikan mesin lebih halus dan bisa mencegah korosi berlebih pada tangki penyimpanan bahan bakar.
Saat ini sudah lebih dari sepuluh tahun saya menggunakan kendaraan roda dua. Terbukti dari hasil review pribadi jika kendaraan roda dua saya masih awet dan jarang terjadi kerusakan mesin. Pemakaian bahan bakar juga menjadi lebih efisien.
Penutup
Penerapan BBM bersubsidi secara perlahan akan mulai dikurangi. Tidak tertutup kemungkinan akan dicabut jika waktunya sudah tepat. Alasannya karena jenis BBM Subsidi seperti Pertalite dan Biosolar sudah tidak boleh dipergunakan sesuai standar internasional emisi Euro 4.
Banyaknya residu yang dihasilkan gas buang dari jenis BBM Subsidi telah terbukti menyebabkan pencemaran lingkungan.
Penggunaan BBM non subsidi yang ramah lingkungan dapat menjadi pilihan bijak. Karena terdapat manfaat ganda yaitu untuk performa mesin dan kualitas udara supaya pernafasan manusia menjadi sehat. Yuk kita dukung BBM bersubsidi tepat sasaran demi kehidupan yang humanis. Semoga informasi ini bermanfaat.

Seorang blogger yang senang bercerita melalui tulisan mengenai kegiatan sehari-hari yang berhubungan dengan lifestyle khususnya tips, keuangan, kecantikan, review produk dan teknologi
Akhirnya, setelah bertahun tahun, pemerintah menghentikan bbm ron 88 yang sangat mencemari lingkungan
Harganya murah tapi pengorbanan nya sangat mahal
Semoga masyarakat semakin terbuka wawasannya dalam memilih bahan bakar yg ramah bagi lingkungan. Meski harganya sedikit lebih mahal, yang penting membawa dampak positif jangka panjang, baik bagi kendaraan sendiri hingga mengurangi polusi udara.
Jadi inget pas keluar rumah trus antri di pom bensin rame banget yang antri. Kebayakan make motor.
Semoga bbm bersubsidi tepat sasaran yaa. Yang make subsidinya memang bener2 yang membutuhkan.
Ini yang paling penting ya. BBM ramah lingkungan bisa membuat kinerja mesin motor lebih awet. Jadi mesin nggak cepat rusak, juga lebih bersih. Semoga aja udara perkotaan lebih bebas polusi setelah kebijakan penggunaan BBM yang baru ini diberlakukan
Setuju
BBM subsidi memang harus tepat sasaran ya mbak
Agar kehidupan kita lebih humanis
menurut pengalaman adik saya yang menggunakan bbm non subsidi, kendaraannya jadi lebih enteng dan jadi lebih hemat dibanding saat ia masih menggunakan bbm bersubsidi
Malu dong ya sudah mampu kok masih merasa miskin. Setuju banget sebaiknya subsidi bukan untuk produk yang lebih merusak lingkungan
Betul akupun suka kendaraan umum sebab secara gak langsung kita turut mengurangi polusi.. Nah yuk cermat dan bijak dalam memilih bbm
Kalo pakai BBM yg ramah lingkungan nih OK bgt utk mesin kendaraan kita.
Berasa bgt kok tarikannya bedaaaa😁
Saya sudah lebih dari lima tahun menggunakan BBM non-subsidi, awalnya karena malas antre, lama-lama jadi kebiasaan. Menurut saya walaupun harga per liternya lebih mahal, tetapi jatuhnya tetap lebih hemat. Kendaraan juga jadinya lebih enak dan enteng digunakan.
Miris, kalau melihat masih banyak masyarakat yang tidak menggunakan BBM bersubsidi secara bijak
Padahal dengan pengelolaan BBM bersubsidi yang tepat, maka kehidupan humanis akan terwujud
BBM bersubsidi memang harus tepat sasaran sehingga orang2x yang benar membutuhkan sebagai penggunaannya.
Oiya kemarin KBR menayangkan dialog publik dengan pembahasan BBM Subsidi
Sayang aku kelewat dan ini mau nonton ulang di Youtube
Setuju sekali. Penggunaan BBM non subsidi yang ramah lingkungan dapat menjadi pilihan bijak. Karena terdapat manfaat ganda yaitu untuk performa mesin dan kualitas udara supaya pernafasan manusia menjadi sehat.
Betul mba. Penggunaan BBM bersubsidi memang harus tepat sasaran. Logikanya misal pakai mobil masa BBM nya yang subsidi hehe
Urusan pengelolaan BBM ini memang cukup pelik. Harga minyak dunia yang terus meningkat tentu juga berdampak pada daya beli masyarakat. Semoga dengan aturan yang pas dan tepat, semua kebaikan dan keadilan bisa dicapai.
Gak jarang ada mobil mewah tapi ngisinya bensin bersubsidi. Dalam hati miris banget. Nih orang mampu beli atau kebawa gaya hidup aja pakainya mobil mewah. Dah gitu kalo harga bbm bersubsidi naik teriak-teriak. Padahal tongkrongannya starbak. Lah satu starbak udah bisa dibuat beli bbm juga keleus. Wkwkwk.
Semoga edukasi terkait BBM bersubsidi ini sampai ke seluruh masyarakat yaa..
Aku jadi ingat wacana kenaikan Pertalite yang sempat dilakukan beberapa waktu lalu. Dampaknya selain banyak demo juga kenaikan harga dan langkanya BBM jenis ini.
Belum tahu langkah yang pasti bisa diterapkan karena banyaknya regulasi yang ada. Tapi semoga semua masyarakat bisa menikmati dengan baik dan benar setiap kebijakan yang berlaku.
Jadi serba salah ya masalah subdisi BBM ini. Masih banyak yang gak sesuai, misalnya aja yang jualan eceran tuh.
Setuju sekali kak Penggunaan BBM non subsidi yang ramah lingkungan dapat menjadi pilihan bijak. Karena terdapat manfaat ganda yaitu untuk performa mesin dan kualitas udara supaya pernafasan manusia menjadi sehat tentu saja ya
dengan memilih BBM ramah lingkungan setidaknya kita bisa membantu mengurangi polusi ya, mbak. terkait bbm bersubsidi sendiri memang seharusnya bbm tersebut digunakan oleh mereka yang benar-benar masuk golongan tersebut yaa
Subsidi BBM, tepat sasaran dan bisa dimanfaatkan dengan baik
Bbm subsidi dibatasi, produksi kendaraan bermotor jalan motor. Sama aja kayak bikin es batu ditengah cuaca panas terik. Istilaj orang jawa abdul butun
Lucunya negri ini wkwk