Aktivitas Tanpa Batas Menjadi Pelita untuk Anak Bangsa

Seorang guru mempunyai tugas menerangi anak didik. Seperti aktivitas tanpa batas menjadi pelita untuk anak bangsa. Pengabdian seorang guru layaknya orang tua kedua bagi anak didik. Mulai dari mengajarkan ilmu pengetahuan, budi pekerti sampai menjadi tempat berdiskusi berkaitan dengan keilmuan.

Aktivitas tanpa batas
Suasana belajar mengajar dalam ruang kelas | doc. pribadi

Aktivitas Tanpa Batas

Era digitalisasi saat ini tugas seorang guru bertambah dengan diwajibkannya penguasaan teknologi informatika. Keilmuan yang semakin berkembang pesat membuat guru harus cepat beradaptasi mengikuti perkembangan zaman. Tujuan akhirnya supaya anak didik mendapatkan pengetahuan keilmuan terbaru.

Menjadi Pelita untuk Anak Bangsa

Ibu Fitria Utami., SST. Kom, S.Pd adalah seorang guru honorer kelas 5 MI Nurul Huda daerah Kapuk DKI Jakarta. Perjuangan ibu berusia 37 tahun sebagai seorang tenaga pendidik dimulai dari tahun 2006.

Kecintaan beliau pada anak-anak membuahkan ide untuk mendirikan kursus rumahan terkait materi pelajaran tingkat sekolah dasar. Ide kursus materi pelajaran sekolah dasar ini bermula pada keluhan tetangga sekitar tempat tinggal Ibu Fitria Utami.

Ibu Fitria Utami sedang memberi materi pelajaran sekolah | doc. pribadi

Memberi Kursus Pelajaran Tambahan

Ibu Fitria Utami tinggal di daerah pemukiman padat penduduk daerah Kapuk, DKI Jakarta. Sebagian besar penduduk sekaligus tetangga sekitarnya adalah golongan masyarakat dengan tingkat ekonomi menengah ke bawah.

Walaupun demikian untuk masalah pendidikan sebagian besar orang tua sangat antusias menyekolahkan anak-anak mereka. Ragam sekolah formal banyak berdiri di pemukiman padat penduduk tersebut. Mulai dari sekolah swadaya, swasta sampai sekolah negeri.

Pada tahun 2002 sebagian besar orang tua murid mengeluhkan ketiadaan biaya untuk memasukkan anak mereka ke tempat bimbingan kursus materi pelajaran tambahan di luar jam sekolah. Pada waktu itu banyak anak yang kesulitan memahami materi pelajaran di sekolah. Melihat keadaan tersebut, ibu Fitria Utami akhirnya tergerak hatinya secara sukarela membantu memberikan kursus tambahan mata pelajaran di luar jam sekolah.

Beliau membuka kursus materi pelajaran matematika dan ilmu pengetahuan alam di rumahnya. Tidak ada pungutan biaya yang memberatkan. Ibu Fitria Utami membebaskan peserta kursus untuk membayar seikhlasnya.

Niat baik dan kegiatan kursus rumahan yang dibuat Ibu Fitria Utami, mendapat respon baik. Bahkan orang tua peserta kursus yang ingin mendaftarkan anaknya sampai harus masuk daftar tunggu. Hal ini karena keterbatasan tempat kursus yang hanya memanfaatkan halaman sederhana di rumah Ibu Fitria Utami.

Awal Pengabdian

Sambil menuntut ilmu di sekolah tinggi informatika, Ibu Fitria Utami harus pintar membagi waktu. Jika tidak sedang ada jadwal kuliah maka pintu rumah Ibu Fitria Utami terbuka untuk didatangi anak-anak usia sekolah dasar yang ingin kursus.

Hal tersebut berjalan beberapa tahun. Sampai suatu ketika pada awal tahun 2006 pendiri MI Nurul Huda meminta kesediaan ibu Fitria Utami untuk menjadi tenaga pendidik honorer di sekolah.

Atas dasar kecintaan pada dunia anak dan pendidikan maka Ibu Fitria Utami menerima tawaran tersebut. Mulai tahun 2006 semenjak lulus dari kuliah pada sekolah tinggi informatika, Ibu Fitria Utami resmi menjadi tenaga pendidik honorer di MI Nurul Huda. Untuk kegiatan kursus sendiri akhirnya tidak dilanjutkan karena keterbatasan waktu.

Status honorer yang disandang Ibu Fitria Utami tidak menyurutkan semangat pengabdian untuk memberikan ilmu pengetahuan pada anak-anak. Kecintaan pada dunia anak membuat Ibu Fitria Utami tulus mengabdikan diri menjadi tenaga pendidik. Ibu Fitria Utami sendiri sampai saat ini adalah wali kelas 5 MI Nurul Huda dengan jumlah murid sebanyak 30 anak untuk kelas A dan 30 anak kelas B.

Selama pandemi diselenggarakan pertemuan tatap muka terbatas (PTM) dimana dari 30 anak dibagi menjadi separuhnya. Setiap pertemuan memakan waktu dua jam untuk satu kali tatap muka.

Perkenalan Pertama dan Motivasi Ibu Fitria Utami

Penulis secara pribadi mengenal Ibu Fitria Utami ketika bertemu di sekolah tinggi informatika. Kebetulan penulis seorang tenaga pengajar di sekolah tinggi tersebut. Seperti diceritakan pada penulis sebelumnya sehubungan dengan keterbatasan penghasilan, Ibu Fitria Utami setiap harinya melakoni dua pekerjaan berbeda. Pagi sampai siang hari beliau mengajar di MI Nurul Huda. Siang sampai malam hari beliau menjadi tenaga administrasi di sekolah tinggi informatika.

Secara pribadi, saya sangat mengagumi semangat juang beliau untuk mencari rejeki sekaligus mendarmabaktikan diri dalam bidang pendidikan. Ketika saya bertanya terkait motivasi beliau menjadi seorang guru maka penjelasannya sebagai berikut;

Bercita-cita menjadi seorang guru
Ternyata Ibu Fitria Utami sudah sejak kecil memendam cita-cita menjadi seorang guru. Hanya saja kedua orang tua lebih menginginkan beliau menjadi seorang programmer. Maka dari itu pilihan untuk melanjutkan pendidikan tinggi ke sekolah informatika pada dasarnya sebatas menuruti keinginan orang tua.

Kuliah lagi mengejar cita-cita
Setelah menikah dan mempunyai anak, Ibu Fitria Utami atas izin dari suami diperbolehkan melanjutkan kembali keinginan yang tertunda yaitu kuliah lagi untuk kedua kalinya demi mendapatkan gelar seorang pendidik. Pada tahun 2012 ibu Fitria Utami melanjutkan kuliah di Universitas Terbuka untuk mendapatkan gelar Sarjana Pendidikan.

Hasil tak pernah mengkhianati usaha.

Tahun 2017 Ibu Fitria Utami resmi lulus dari Universitas Terbuka dan menyandang gelar Sarjana Pendidikan. Saat ini beliau sudah berhasil memperoleh sertifikasi guru sejak tahun 2018. Sehingga untuk masalah penghasilan sudah jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya.

MI Nurul Huda dan Kesederhanaan

Ibu Fitria Utami mengabdi sebagai tenaga pendidik di MI Nurul Huda sudah lebih dari satu dasawarsa. Jika kita berasumsi bahwa tempat pendidikan di tengah kota metropolitan akan terlihat lengkap berikut sarana dan prasarananya kali ini tidak demikian.

Pada sekolah tempat Ibu Fitria Utami mengabdi asumsi itu tidak terbukti. Ketika saya diajak singgah oleh Ibu Fitria Utami ke tempat beliau mengabdi, saya menemukan tempat pendidikan yang sangat teramat sederhana.

MI Nurul Huda berada di tengah kawasan padat penduduk daerah Kapuk Jakarta Barat. Keberadaan sekolah berhimpitan dengan rumah penduduk. Bangunan sekolah ini berupa rumah dua lantai dengan 6 ruang kelas.

Awal mulanya pada tahun 1998 ini adalah bangunan seorang tokoh masyarakat setempat yang difungsikan sebagai tempat Majelis Taklim. Seiring berjalannya waktu berubah fungsi menjadi MI Nurul Huda. Kegiatan rutin adalah memberikan pendidikan pada anak-anak usia sekolah dasar dengan kurikulum KMA 184 Kementerian Agama berbasis Islam.

Sekolah MI Nurul Huda yang sangat sederhana | doc. pribadi

Oase di tengah Pemukiman Padat Penduduk

Walaupun kondisi sekolah ini sangat sederhana dan jauh dari kesan mewah namun menjadi oase di tengah pemukiman padat penduduk daerah Kapuk. Bagaimana tidak, jumlah murid yang mendaftar ke sekolah ini setiap tahun ajaran baru mencapai 450 anak untuk 6 kelas.

Sehingga dalam pembelajarannya dibagi dua yaitu kelas A dan B. Waktu belajarnya pun dibagi dua yaitu ada kelas pagi dan kelas siang. MI Nurul Huda dibantu tenaga pendidik yang sebagian besar honorer berjumlah 15 orang. Sebagian besar tenaga pendidik adalah perempuan.

Sebagian besar orang tua murid merasa senang menyekolahkan anaknya di MI Nurul Huda yang terbilang sederhana. Hal ini berkaitan dengan metode belajar yang interaktif didampingi tenaga pendidik yang sabar dan pengertian. Selain itu lulusan MI Nurul Huda terbukti bisa diterima di sekolah menengah pertama terbaik daerah Kapuk. Begitu cerita beberapa narasumber orang tua murid yang saya temui.

Kondisi Sekolah

Sekolah ini masih menyisakan keprihatinan ketika musim hujan tiba. Menurut cerita dari  Ibu Fitria Utami, kegiatan belajar mengajar akan dihentikan dan murid dipulangkan lebih cepat ketika hujan datang. Hal ini disebabkan tidak berapa lama sesudahnya halaman sekolah akan segera tergenang air hujan.

Untuk ruangan di lantai dua jika musim hujan atap kelas kerap bocor sehingga mengganggu kegiatan belajar mengajar. Pihak sekolah dengan segala keterbatasan tetap berupaya memperbaiki kekurangan yang ada walaupun belum membuahkan hasil yang maksimal.

Fasilitas Internet Cepat

Keterbatasan sarana dan fasiltas belajar mengajar tidak menyurutkan semangat tenaga pendidik untuk menjadi pelita bagi anak bangsa. Berkaitan dengan era digital MI Nurul Huda tak ketinggalan mempunyai fasilitas internet cepat dengan provider IndiHome. Sebagai penyedia internet, layanan IndiHome sangat membantu kegiatan belajar mengajar anak murid terutama ketika menghadapi UNBK.

Tidak hanya itu ketersediaan akses jaringan internet IndiHome sangat dibutuhkan tenaga pendidik seperti Ibu Fitria Utami dan rekan guru lainnya ketika memberi materi pelajaran pada anak murid. Hal ini terkait penjelasan detil dan variatif supaya anak murid tidak bosan belajar.

Terkadang beberapa mata pelajaran seperti IPA anak murid diperlihatkan ragam cerita tumbuhan dan hewan dari channel YouTube. Anak murid juga dikenalkan cara menggali informasi berkaitan dengan materi pelajaran dari sumber terpercaya di internet. Pada akhirnya aktivitas tanpa batas dapat diterapkan dalam pembelajaran materi di kelas.

Anak murid sedang belajar menggunakan jaringan internet IndiHome | doc. pribadi

IndiHome Internetnya Indonesia

Tersedianya jaringan internet cepat seperti IndiHome dalam bidang pendidikan tentu sangat membantu melancarkan kegiatan belajar mengajar. Layanan IndiHome berikut jangkauannya menurut data sudah dapat dinikmati 8,1 juta pengguna di tanah air.

Jangkauan pengguna layanan IndiHome tersebar dari Sabang sampai Merauke. Memanfaatkan jaringan pita lebar,  akses internet cepat IndiHome sudah dapat dinikmati pengguna hingga pelosok wilayah Indonesia.

LEAD by IndiHome

Pemanfaatan jaringan internet saat ini semakin luas. Tidak hanya digunakan untuk pendidikan melainkan sudah merambah ke olahraga elektronik atau esport. Kompetisi permainan game ini dimainkan oleh tim yang berhadapan dengan tim lainnya. Tujuan akhirnya memenangkan kompetisi dan memperebutkan hadiah sejumlah uang.

IndiHome mempunyai pusat pengembangan atlet esport sebagai wadah komunitas esport Indonesia. Nama tempat pengembangan ini adalah Limitless Esport Academy by IndiHome (LEAD by IndiHome). Masih berkaitan dengan dunia pendidikan maka di tempat ini dilakukan proses pendidikan player dengan konsep Athlete Enablement.

Konsep ini berfokus pada proses pendidikan player dari yang bermain sebagai hobi ke player yang bermain dengan mental olahragawan. Salah satu game yang dipelajari dan dimainkan pada angkatan pertama adalah game League of Legends Wild Rift.

Internetnya Indonesia
Suatu wadah yang mendidik player supaya mempunyai mental olahragawan | ilustrasi Bayu Fitri menggunakan canva

Atlet Profesional

Karena esport digunakan untuk profesi maka atletnya harus dilatih secara profesional. Selain menjunjung tinggi sportivitas, atlet esport juga dilatih kebugaran fisiknya. Tujuannya supaya tubuh bugar di arena pertandingan. Olahraga esport sudah banyak dipertandingkan pada event nasional dan internasional. Oleh karena itu inovasi IndiHome membuat LEAD by IndiHome patut diapresiasi.

Penutup

Jadi jika sudah mempunyai jaringan internet cepat seperti IndiHome teruslah berkarya secara positif. Gunakan jaringan internet secara bijak untuk melakukan kegiatan yang bermanfaat. Yuk bersama kita lakukan aktivitas tanpa batas menjadi pelita untuk anak bangsa. Selamat berkarya.

Salam

 

Sumber Referensi :

https://www.kompas.com/tren/read/2020/11/26/193100165/mengenal-esport-dan-bedanya-dengan-gaming?page=all

https://indihome.co.id/leadacademy

https://id.wikipedia.org/wiki/Olahraga_elektronik

Note : Tulisan ini diikutsertakan dalam IndiHome Blogger day’s

60 thoughts on “Aktivitas Tanpa Batas Menjadi Pelita untuk Anak Bangsa”

  1. Seorang guru memang pelita anak bangsa, saya merasakan itu ketika sekolah dulu dan sempat down tp bersyukur bertemu dengan seorang guru yg didikannya luar biasa.

    Salut sama semangay juang mendidik bu Fitria, semoga guru2 lainnya juga bisa meneladani beliau.

    Reply
  2. Salut pada Ibu Fitria Utami. Semoga berkah semua ilmu yang sudah dibaginya kepada para siswa. Alhamdulillah ada jaringan internet dari IndiHome ya, jadi bisa lebih banyak berbuat baik.

    Reply
  3. Salut banget perjuangan Ibu Fitria ya Mbak, niat dan usahanya betul-betul patut diacungi jempol. Semoga Beliau sehat selalu.
    Internet tidak hanya untuk berselancar tapi esport juga saat ini perlu diberi perhatian khusus ya.
    Kalau anak ada bakat disini harus didukung dan difasilitasi utamanya akses internetnya. Syukurnya saat ini IndiHome bisa menyapa seluruh Indonesia ya.

    Reply
    • Salut banget dengan semangat Ibu Fitria Utami sebagai tenaga pendidik yang berdedikasi. Walaupun masih menyandang status honorer, tapi tak surut semangat untuk mendidik murid-muridnya dengan maksimal.
      Semoga tiap jalan beliau selalu dimudahkan oleh Allah.

      Wah, untungnya MI Nurul Huda ini memiliki fasilitas internet memadai dari IndiHome ya Mbak. Jadi bisa menyelenggarakan UNBK secara mandiri. IndiHome memang terbukti cepat dan paling stabil untuk fasilitas internet saat ini ❤️

      Reply
  4. Dari profil seorang guru yg sederhana di sini kita bisa tau gimana upaya beliau untuk bisa mengajar selama pandemi. Tentunya IndiHome bisa membantu ya untuk akses koneksi internet dalam kegiatan belajar mengajar.

    Reply
  5. Semoga Ibu Fitria Utami sehat selalu. Walau mengajar di ibu kota sekalipun, sesungguhnya masih banyak anak-anak kita yang kurang mampu dari segi finansial. Benar-benar berhati mulia si ibu yang berkenan memberikan kursus tambahan untuk murid-muridnya. Tanpa pungutan biaya pula. Masya Allah. Sungguh pahlawan tanda jasa.

    Reply
    • Ibu Fitria inilah sosok pahlawan tanpa jasa di era milenial ini. Kontribusinya terhadap pendidikan diberikan secara total. Semoga beliau mendapat rezeki yang jauh lebih banyak di luar ia mengabdi pada pendidikan. Beruntungnya MI Nurul Huda memiliki akses internet cepat, sehingga anak-anak tetap merasakan kemewahan berinternet tanpa batas. Sehat selaku untuk Ibu Fitria.

      Reply
  6. Perjuangan bu Fitria benar-benar totalitas banget. Kecintaannya terhadap pendidikan sampe keinginan buat memajukan pendidikan anak-anak. Bikin terharu banget. The real sosok Pahlawan bu Fitria ini

    Reply
  7. Senang saya membaca profil Ibu Fitria Utami dan MI Nurul Huda. Konsisten berjuang dan mengabdi pada dunia pendidikan. Dunia yang menawarkan pahala yang terus mengalir sampai akhirat nanti.

    Kehadiran internet dan fasilitas Indihome tentunya turut menjadi bagian dari sejarah mendidik itu. Semoga dengan demikian perkembangan ilmu pengetahuanpun akan semakin meluas, menjangkau seluruh Indonesia.

    Reply
  8. Luar biasa perjuangan ibu Fitria ya. Salut banget sama beliau dan usahanya agar pendidikan semakin maju. Indihome memang jadi pilihan internet agar siswa bisa dapat akses informasi dari internet dengan cepat tanpa kuatir lemot.

    Reply
  9. Ternyata setiap zaman ada tantangannya masing-masing dalam mendidik anak yaa.. Termasuk Ibu Fitria yang mencurahkan seluruh usaha dan pemikirannya untuk murid siswa-siswi MI Nurul Huda.
    Semoga Ibu sehat dan berkah selalu.

    Reply
  10. Inspiratif sekali ya ibu gurunya. Subhanallah, pengorbanannya menjadi amal jariyah yang akan kekal selamanya. Dan tentu, dengan Indihome, semua bisa menjadi maksimal, ya. Bangga deh saya sebagai pengguna Indihome juga.

    Reply
  11. Salut dengan Ibu Fitria Utami, rela sekolah lagi demi bisa menjadi guru. Dan dengan adanya Fasilitas Internet Cepat dari IndiHome pasti bisa membantu ibu Fitri mengajar dengan lebih lancar di MI Nurul Huda.

    Reply
  12. Keren sekali. Ibu Fitria Utami dengan penuh semangat bekerja keras demi mencapai cita dan bahagia dari murid-muridnya. Dengan dukungan serta fasilitas internet yang memadai, tentu usaha yang dijalani akan lebih optimal.

    Reply
  13. Bu Fitria dan Indihome sama-sama harus diapresiasi. Walau punya peran yang berbeda tapi tujuannya sama: memberikan yang terbaik untuk Indonesia. Semoga semangat juang bu Fitria menular ke guru-guru lainnya untuk terus mengedukasi siswa khususnya terkait dunia digital.

    Reply
  14. Saya merasakan betul dukungan internet yang lancar itu bakal mendukung pendidikan. Apa yang disediakan oleh IndiHome yang telah memberikan banyak kontribusi nya menyediakan internet lancar untuk Indonesia.

    Reply
  15. Salut dengan semangat ibu Fitria mendedikasikan dirinya untuk pendidikan anak-anak di sekitarnya. Pagi mengajar, siang jadi staf administrasi, namun masih juga memikirkan masyarakat sekitarnya.

    Reply
  16. Membaca sedikit perjalanannya ibu fitria membangun MI rasanya aku yang muda ini ternyata belum ada apa-apanya dalam mewujudkan cita-cita. Senang dengan semangat dan dedikasinya yang luar biasa, kedepan semoga segala fasilitas termasuk internet untuk menunjang sistem pengajaran semakin baik dan berkualitas.

    Reply
  17. Di daerah kota saja ada halangan untuk belajar ekstra, kocek yang harus dikeluarkan ortu sementara kebutuhan hidup tinggi. Di daerah pinggiran, ada uang ada kemauan tapi tak ada tempat kursus dan guru yang mau mengajar.

    Sesungguhnya semua kembali pada kemauan untuk saling membantu dan menguatkan ya? Selain itu kehadiran pahlawan-pahlawan seperti Ibu Fitria dan IndiHome lah yang makin memuluskan perjuangan mencapai Pendidikan yang lebih baik, kehidupan yang lebih berkualitas, dan masa depan yang lebih cerah

    Reply
  18. Salut dengan Ibu Fitria dengan semangatnya. Selain mengajar, membuka kursus, mengurus keluarga, juga menambah pendidikan sampai mencapai Sarjana Pendidikan. Semua ini berkat IndiHome internetnya Indonesia ya…

    Reply
  19. Keren sekali usahanya, IndiHome juga keren karena jaringannya yang bagus dan lancar terus. Semangat terus ya 😀
    Semoga IndiHome bisa semakin menyebar luas dan banyak membantu Indonesia agar semakin maju

    Reply
  20. Salut dengan perjuangan dan dedikasi ibu Fitria. Sepakat, jaringan internet yang kita nikmati harus membuat kita semangat untuk berkarya. Karena internet menjadi impian daerah-daerah lain yang belum terjangkau. Untung ada indihome yang lancar dan luas jangkauan wilayahnya.

    Reply
  21. Semangat terus buat Ibu Fitria Utami ya dalam perjuangannya di dunia pendidikan… Untuk kemajuan teknologi di dunia pendidikan jaman sekarang ini, untungnya ada IndiHome ya, jangkauannya sudah meluas, membantu sekali pastinya

    Reply
  22. Orang seperti Ibu Fitria Utami dan pendiri MI Nurul Huda masih sangat dibutuhkan di Indonesia. Mengingat di negeri tercinta kita ini masih banyak daerah-daerah yang padat penduduknya, tetapi aksesnya jauh dari sekolah. Apalagi dengan diberlakukannya sistem zonasi, maka MI Nurul Huda dan yang sejenisnya bisa jadi solusi agar anak-anak bisa terus mengecap pendidikan.

    Reply
  23. Selalu salut dan kagum dengan kisah perjuangan guru sepeti ini. terharu, semoga bisa memgikuti jejak beliau. saat ini digitalisasi memang masuk di semua lini kehidupan. jaringan internet lancar dan cepat sudah menjadi kebutuhan

    Reply
  24. Semoga apa yang telah didedikasikan oleh Ibu Fitria menjadi tenaga pendidik mendapatkan perhatian dari pemerintah. Mencerdaskan anak tidak mudah, dukungan IndiHome semoga menjadi penyemangat bagi guru-guru di negeri ini

    Reply
  25. Senang sekali sudah ada dukungan internet cepat dari IndiHome ya Mbak, jadinya kita tinggal mendorong anak2, para generasi muda ini untuk produktif berkarya di passion nya masing2 ya

    Reply
  26. Luar biasa dedikasi beliau untuk menjadi seorang guru, sampai kuliah lagi. Walau awalnya honorer, tapi mungkin sudah passion-nya. Sesuatu yang dikerjakan dengan sepenuh hati pasti membuahkan hasil.

    Reply

Leave a Comment