Kusta adalah penyakit yang jika tidak diobati menyababkan kerusakan saraf dan disabilitas. Begini cara mencegah disabilitas karena kusta.
Pada hari Senin 20 Desember 2021, jam 09.00 WIB saya bersama komunitas ISB menyimak Talk Show Ruang Publik KBR yang bertema “ Yuk, Cegah Disabilitas Karena Kusta.” Dialog pada talk show kali ini dipandu host KBR Bang Rizal Wijaya dengan narasumber Dr. dr. Sri Linuwih Susetyo, SpKK(K) sebagai Ketua Kelompok Studi Morbus Hansen (Kusta) Indonesia PERDOSKI. Selanjutnya ada Bapak Dulamin selaku Ketua Kelompok Perawatan Diri (KPD), Kec. Astanajapura Cirebon.

Penyebab Kusta
Bakteri Mycobacterium adalah penyebab penyakit kusta. Adapun bakteri ini jika dibiarkan saja dapat berpengaruh pada kinerja dan fungsi kulit, mata dan anggota tubuh seperti tangan dan kaki. Awal mula terkena kusta jika terdapat bercak-bercak berwarna terang dan kehilangan indra perasa.
Selanjutnya bagian tubuh yang diserang bakteri kusta akan semakin mati rasa. Hal ini sering tidak disadari oleh sebagian besar penderita.Menurut narasumber Dr. dr. Sri Linuwih Susetyo, SpKK(K) seorang pasien yang pertama kali mendapati bercak kusta pada permukaan kulit tidak akan merasakan sakit, hal ini sering tidak disadari penderita kusta.
Disabilitas Karena Kusta
Penyakit kusta sendiri jika dibiarkan terlalu lama dan tanpa pengobatan dapat menyebabkan disabilitas atau kecacatan. Bakteri kusta ini akan menyerang syaraf dan menghambat fungsi gerak seperti mata, tangan dan kaki.
Menurut narasumber Bapak Dulamin selaku mantan penderita kusta beliau juga menderita disabilitas pada jari jemari tangannya. Beberapa jari jemari tangannya menjadi putus akibat digerogoti bakteri kusta.
Pengobatan dan Kondisi Tubuh
Penyakit kusta sendiri tidak menular jika segera mendapatkan pengobatan. Untuk jangka waktu pengobatan tergantung jenis kusta yang diidap penderita. Untuk kusta kering jangka waktu pengobatan 6 – 12 bulan.
Untuk kusta basah jangka waktu pengobatan bisa memakan waktu 12 – 18 bulan. Hanya saja cepat atau lamanya pengobatan bakteri kusta tergantung imunitas dan penyakit penyerta lain pada masing-masing tubuh pasien.
Obat kusta disediakan oleh pemerintah secara gratis di puskesmas terdekat. Konsumsi obat kusta diharuskan tanpa jeda. Artinya pasien tidak boleh terlewat satu haripun jika sudah mengkonsumsi obat kusta. Akibat yang terjadi jika pasien terlewat waktunya untuk mengkonsumsi obat kusta maka menyebabkan tubuh menjadi resisten atau kebal. Sehingga pengobatan akan diulang dari awal lagi.
Stigma Masyarakat
Kecepatan penyembuhan penyakit kusta bergantung dari si penderita kusta itu sendiri. Selain harus mengkonsumsi obat tanpa putus, relaksasi pikiran dan tidak mempedulikan stigma negatif dari masyarakat adalah kunci untuk mempercepat penyembuhan.
Jika penderita kusta bisa mengabaikan stigma yang ada dalam masyarakat maka tubuh akan bebas stress serta dapat rileks. Hal ini berakibat pada proses penyembuhan penyakit kusta menjadi lebih cepat.
Berdasarkan penuturan Bapak Dulamin, sebagian besar masyarakat masih banyak yang menganggap kusta adalah penyakit kutukan, turunan dan menular. Sehingga sebagian besar orang merasa ketakutan dan menjauhi penderita kusta. Stigma negatif inilah yang menjadi salah satu faktor memperlambat penyembuhan penyakit kusta.
Penutup
Sejatinya penyakit kusta dapat menular jika tidak mendapat pengobatan secepatnya. Kemudian penderita kusta yang tidak diobati ini melakukan kontak erat dengan orang sekitarnya. Dalam hal ini jika satu rumah ada penderita kusta yang tidak diobati, tentu saja akan menulari penghuni rumah lainnya.
Untuk itu pentingnya ada kesadaran tinggi pada penderita kusta untuk mau memeriksakan diri ke dokter. Terutama jika menemukan bercak putih terang yang semakin menyebar tanpa rasa sakit pada permukaan kulit. Jadi segera periksa ke dokter ya supaya cepat mendapatkan penanganan. Demikian review begini cara mencegah disabilitas karena kusta. Semoga informasi ini bermanfaat.

Seorang blogger yang senang bercerita melalui tulisan mengenai kegiatan sehari-hari yang berhubungan dengan lifestyle khususnya tips, keuangan, kecantikan, review produk dan teknologi