Pro Kontra Penjualan Produk MLM di Marketplace

Penjualan produk MLM di marketplace banyak terjadi saat ini. Akibat yang terjadi timbul pro kontra dalam masyarakat. Sejatinya bisnis MLM menggunakan sistem penjualan direct selling. Bisnis MLM memanfaatkan pembeli menjadi mitra atau tenaga pemasar resmi.

Produk MLM di Marketplace
Permasalahan yang terjadi ketika produk MLM dijual pada marketplace | doc. pribadi

Produk MLM di Marketplace

Penggunaan social commerce saat ini sudah merambah berbagai bidang penjualan. Masalahnya untuk bisnis MLM masih terkendala regulasi pemerintah yang mengatakan jika produk MLM adalah produk eksklusif dan hanya bisa dijual melalui mitra MLM yang terlatih.

Mitra terdaftar dari perusahaan MLM dibekali dengan informasi lengkap suatu produk. Mulai dari manfaat produk, kegunaan produk, cara pakai, masa kadaluarsa sampai informasi mengenai kandungan bahan pembuat produk.

Selain itu produk yang dijual mitra memiliki layanan purnajual atau garansi jika produk tidak cocok digunakan pembeli. Pada prinsipnya sistem penjualan langsung yang dilakukan perusahaan MLM memberikan perlindungan maksimal pada konsumen sebagai pengguna produk akhir.

Fenomena Produk MLM yang dijual di Marketplace

Saat ini di tengah perubahan cara berniaga yang sudah menggunakan digitalisasi, pemilik bisnis MLM menginginkan kenaikan omset penjualan. Akhirnya mitra bisnis MLM dengan berbagai cara juga berusaha memenuhi target penjualan.

Fenomena yang terjadi banyak oknum mitra nakal yang menjual produk menggunakan marketplace. Ada juga mitra yang menjual kembali produk MLM kepada oknum tangan kedua. Selanjutnya oknum tangan kedua ini menjual produk MLM di marketplace.

Menjadi persoalan ketika dari pihak oknum tangan kedua memasang harga jual produk MLM yang lebih rendah daripada mitra MLM resmi. Belum lagi terdapat kasus penjualan produk MLM rekondisi. Sehingga kualitas dan keamanan produk MLM menjadi tidak sesuai dengan klaim produk aslinya.

Komplain Produk MLM di Marketplace

Masalah selanjutnya datang ketika konsumen yang membeli produk MLM di marketplace melakukan komplain. Misalnya konsumen merasa tidak nyaman setelah mengkonsumsi produk MLM. Pada kasus ini  penjual produk MLM di marketplace tidak dapat diminta pertanggungjawaban karena bukan mitra resmi dari perusahaan MLM.

Ketika dilaporkan pada pemilik bisnis MLM dan pihak berwajib maka ketika ditelusuri sebagian penjual produk MLM pada marketplace cenderung menggunakan nama samaran atau anonim. Beberapa akun penjual bahkan meminjam identitas orang lain ketika membuka akun jualan di marketplace.

Marketplace sendiri tidak bisa membantu ketika terjadi komplain dari konsumen terkait produk MLM. Alasannya marketplace hanya menyediakan tempat dan menjadi penghubung antara penjual dan pembeli saja. Situasi seperti ini menyulitkan penelusuran lebih lanjut dari pihak bisnis resmi MLM dan pihak berwajib karena ketidakjelasan identitas penjual.

Solusi Kolaborasi Melalui B2B

Pada tanggal 25 Juli 2022 saya mengikuti APLI Exhibition di Pasaraya Grande Jakarta. APLI akronim dari Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia. Asosiasi ini menaungi bisnis dengan sistem penjualan produk langsung.

Berbagai bisnis Multi Level Marketing dengan sistem direct selling berada dalam naungan asosiasi ini. Tugas APLI sendiri menjadi penghubung antara pelaku bisnis MLM dengan pemerintah selaku pembuat kebijakan.

Kegiatan APLI Exhibition diisi dengan pameran produk bisnis direct selling berbagai perusahaan ternama. Puluhan stand dapat dikunjungi sembari melihat ragam produk yang ditawarkan. Dipanggung utama ada live music untuk menghibur pengunjung.

Tepat jam 13.00 wib, terdapat talkshow dengan tema “Fenomena Larangan Perusahaan Penjualan LangsungMenjual Barang di Online Marketplace Dikaitkan dengan Perkembangan Ekonomi Digital.”

Kegiatan talkshow ini dihadiri narasumber sebagai berikut; Bapak Roy Tanani sebagai Dewan Pembina APLI, Dr. U. Mulyaharja, SH., SE., MH., MKN., CLA sebagai Praktisi Hukum dan Wawan Muliawan, SH., MH. sebagai Subdit 5 IKNB Dittipideksus Bareskrim Polri.

Dari hasil talkshow ternyata banyak permasalahan terkait penjualan produk direct selling yang dikaitkan dengan marketplace. Para narasumber sepakat bahwa pentingnya segera dibuat kebijakan legal yang menghasilkan “win win solution” antara pemilik bisnis MLM beserta mitra, marketplace dan regulasi pemerintah. Sehingga jika terjadi sesuatu dikemudian hari ada payung hukum untuk melakukan tindakan.

Solusi selanjutnya sedang diupayakan adanya kolaborasi antara pemilik bisnis dengan social commerce menggunakan sistem B2B (B2B atau Business to Business). Artinya terdapat MOU antara pemilik bisnis MLM dengan social commerce secara resmi dibawah payung hukum yang jelas.

Penutup

Tak dapat dihindari jika sistem direct selling pada bisnis MLM akan beralih dalam bentuk digital. Namun perlu dibuat kebijakan yang dapat melindungi penjual produk bisnis MLM dan marketplace serta konsumen akhir jika terjadi ketidaksesuaian. Demikian review berkaitan dengan “Pro Kontra Penjualan Produk MLM di Marketplace” Semoga informasi ini bermanfaat.

7 thoughts on “Pro Kontra Penjualan Produk MLM di Marketplace”

  1. Iya Mbak aku kemarin juga sempat penasaran kenapa gak boleh dijual lewat marketplace, kata penjual resmi MLM, ada banyak komplain terkait produk yang dijual di marketplace, produk yang dijual palsu.

    Ya, semoga segera mendapat titik temu untuk permasalahan ini ya, Mbak

    Reply
  2. iya banget yang nakal dengan buka lapak di marketplace

    ternyata ada regulasinya ya?

    kasihan para direct sellernya kalo ada yang buka lapak di market place seperti itu
    Dilain pihak, pembeli gak bisa mendapat bantuan kalo produknya bermasalah
    Garansi produk seperti tupperware kan berlaku seumur hidup

    Reply
  3. Padahal kalau tahu regulasinya dan prosedurnya dipahami, tentunya memudahkan buat pelaku usaha MLM, jadi tetap di jalurnya ya

    Reply
  4. Produk2 di marketplace kadang memang tidak sesuai ekspektasi saat membelinya. Jadi sebagai konsumen juga penting untuk bijak dalam berbelanja. Sebetulnya gak masalah ada produk MLM di marketplace karena sekarang udah eranya pasar bebas, cuma ya itu kejujuran dan keprofesional seller harus ditingkatkan. Pemilik marketplace bisa membuat semacam filter yang lebih menguntungkan semua pihak.

    Reply
  5. Ada aturannya biasanya mbak. Rahasia perusahaan. Biasalah. Teknik marketing yang berperan di sini. Konsumen tahunya pengen beli produk yang diinginkan.

    Reply
  6. Jadi kontroversi ya penjualan produk MLM di marketplace, khawatirnya merugikan pembeli sih. Sistem MLM juga Kan harus cari downline dll setahu saya, jadi mungkin belum ada titik temunya

    Reply
  7. Masih menjadi perdebatan yang seru yaa…
    Semoga ada sistem yang bisa memfasilitasi dan barang-barang MLM tetap bisa dinikmati konsumen dengan harga yang tetap ramah di kantongs.

    Reply

Leave a Comment