Seberkas Cahaya Menyambut Asa Bersama Teman Autis

“Abiya..Abiya ..sini nak.”

Berulangkali kali Abiya tidak menghiraukan panggilan kedua orang tuanya. Batita perempuan itu masih saja asyik memutar roda sepeda yang sedang ditegakkan dalam posisi standar berdiri oleh ayahnya.

Saya perhatikan Abiya tidak beranjak melakukan kegiatan yang sama mulai dari jam makan siang sampai menjelang Ashar. Kata ibunya seperti itu kebiasaan Abiya kalau sudah asyik dengan dunianya sendiri.

Abiya adalah anak tetangga sebelah rumah Saya. Ketika lahir bobot Abiya tak lebih dari 1,5 kg. Hal ini terjadi karena Abiya dahulu terlahir secara prematur. Namun seiring berjalannya waktu, pertumbuhan fisik Abiya berangsur membaik. Hanya saja untuk pertumbuhan perilaku Abiya, terlihat berbeda dengan anak seusianya.

Abiya cenderung pasif dan tidak tertarik berinteraksi dengan orang lain. Bahkan jika lapar atau haus Abiya tidak menangis seperti anak kecil lainnya. Ibu dari Abiya berusaha menyuapkan makan dan minum pada Abiya sesering mungkin supaya Abiya tidak kehilangan energi dan dehidrasi.

Memberikan makan dan minum kepada Abiya saja dilakukan ibunya dengan penuh perjuangan. Mengingat Abiya sangat susah untuk membuka mulut serta menerima asupan makan dan minum yang diberikan. Saat ini usia Abiya menginjak tahun ke dua.

Sampai suatu hari Ibunya berkeluh kesah pada Saya, jika ternyata Abiya didiagnosa mengidap spektrum autisme setelah diperiksakan ke dokter spesialis anak di rumah sakit setempat. Untuk mengatasi hal ini dokter anak menyarankan dilakukan terapi khusus dan rutin pada Abiya.

Teman Autis

Teman Autis adalah salah satu tempat yang memberikan dukungan pada anak autisme berupa website terintegrasi dengan sajian informasi autisme.

Bagi keluarga yang sedang mencari berbagai informasi mengenai autisme bisa berkunjung ke website Teman Autis. Navigasi website Teman Autis sangat user friendly sehingga pengguna tidak kesulitan ketika berselancar di dalamnya.

Selain memberikan dukungan pada anggota keluarga penyandang autis, Teman Autis juga menjadi penghubung antara orang tua anak autisme dengan fasilita penunjang klinik terapi.

Teman Autis
Teman Autis menjadi jembatan penghubung | ilustrasi dengan canva oleh Bayu Fitri

Sejarah Teman Autis

Awal mula berdiri tahun 2017, Teman Autis dikenal dengan nama Light It Up Project. Terdapat dua kegiatan menarik yang sudah pernah diadakan yaitu;

Kegiatan pertama adalah Light Up Fun Walk pada tanggal 30 Juli 2017 di wilayah Car Free Day Sudirman Jakarta.Kegiatan ini berupa jalan santai dengan peserta anak-anak autis dengan pendampingnya. Selain itu dibagikan juga brosur informasi terkait informasi tentang autisme.

Kegiatan kedua adalah Light it Up Gathering pada tanggal 10 Maret 2018 di Jakarta Selatan. Pada event ini diadakan seminar Autisme 101. Membahas tentang permasalahan dan serba serbi autisme. Acara ini terbuka untuk volunteer dan umum.

Setelah kedua acara selesai timbul gagasan untuk memberi kontribusi ke masyarakat luas sehingga terbentuk Teman Autis.

Sejarah Teman Autis
Even edukasi Teman Autis | doc. temanautis.com

Sosok Inspirasi

Kelahiran Teman Autis tidak bisa lepas dari dua sosok pendiri yaitu; Ratih Hadiwinoto sebagai Founder dengan jabatan Chief Executive Officer. Tugasnya memimpin pengelolaan Teman Autis, termasuk diantaranya penentuan strategi dan kebijakan operasional Teman Autis.

Berikutnya ada Co-Founder bernama Alvinia Christiany dengan jabatan Chief Content Officer, yang bertanggung jawab terhadap semua content Teman Autis. Ia juga bertanggung jawab mengembangkan digital platform Teman Autis.

Sosok inspirasi
Pendiri Teman Autis | doc. temanautis.com

Memahami Autisme

Autisme adalah gangguan perkembangan neurobiologis kompleks (Autism Spectrum Disorder). Autisme yang terjadi pada anak-anak akan mempengaruhi kemampuan dalam berkomunikasi, interaksi sosial serta perilaku.

Menurut penelitian 1 dari 100 orang di dunia mengalami autisme. Sebagian besar orang tua bahkan tidak mengetahui jika anaknya menderita autisme dan membutuhkan penanganan yang tepat. Salah satu gejala autisme yang umum sering terjadi adalah keterlambatan bicara pada anak.

Spectrum Autisme
Layanan informasi mengenai Autisme pada Teman Autis | ilustrasi menggunakan canva oleh Bayu Fitri

Gejala Autisme pada Anak

Selain gangguan bicara ada juga beberapa gangguan perkembangan neurobiologis atau autisme yang bisa terjadi pada anak. Untuk itu orang tua harus mengamati dan memperhatikan tumbuh kembang anak. Berikut beberapa gejala autisme pada anak;

Perilaku berulang dan keterbatasan minat
Anak autisme senang melakukan kegiatan berulang serta tidak gampang bosan. Bahkan saking asyiknya bisa tidak merasakan lapar dan haus. Anak autisme mempunyai ketertarikan terhadap sesuatu dengan konsentrasi yang sangat tinggi sampai tidak bisa dialihkan.

Contoh perilakunya seperti menggerakkan anggota tubuh berulang-ulang dan memiliki pola tertentu. Beberapa anak ada yang konsisten melakukan tindakan tersebut pada durasi waktu yang sama setiap harinya.

Masalah dalam interaksi sosial
Sebagai mahluk sosial sudah selayaknya anak-anak senang berkumpul dan bermain antara teman sebaya. Namun hal ini tidak terjadi pada anak autisme. Umumnya anak autisme tidak merespon ketika dipanggil.

Hal ini terjadi karena anak autisme mengalami kesulitan dalam memahami bahasa verbal dan non verbal. Anak autisme juga kesulitan melakukan interaksi dua arah dan melakukan kontak mata pada lawan bicara.

Masalah sensori
Beberapa gejala autisme pada anak dapat berupa terganggunya masalah sensori. Misalnya anak tidak mau menginjak rumput atau tidak mau menyentuh permukaan benda dengan tekstur tertentu.

Pada kasus Abiya, anak ini kesehariannya tidak mau melakukan kontak mata pada kedua orang tua. Selalu melakukan kegiatan yang sama setiap harinya yaitu memutar roda sepeda dari arah kiri ke kanan. Serta tidak pernah merespon panggilan orang disekitarnya.

Autisme Anak
Gejala autisme | ilustrasi menggunakan canva oleh Bayu Fitri

Derajat Spektrum Autisme

Seberapa parah gangguan perkembangan neurobiologis atau autisme pada anak ternyata ada derajatnya. Menurut Manual Diagnostik dan Statistik Gangguan Mental (DSM-5), terdapat jenis klasik seperti autisme klasik, sindrom Asperger, dan PDD-NOS digabungkan. Ketiganya digabungkan menjadi satu kategori yang disebut “Gangguan Spektrum Autisme” (Autism Spectrum Disorder atau ASD).

Untuk menjelaskan “tingkat keparahan” ASD, diberikan klasifikasi “tingkat kebutuhan dukungan” . Tujuannya untuk mendeskripsikan bagaimana individu membutuhkan dukungan dalam berbagai bidang, seperti komunikasi, interaksi sosial, dan perilaku.

Adapun tingkat kebutuhan dukungan ASD meliputi;
1.Memerlukan Dukungan
Pada tingkatan ini dibutuhkan dukungan dari setiap lingkungan baru karena anak autisme kesulitan dalam berkomunikasi sosial. Anak bisa berkomunikasi dua arah namun jarang dimengerti oleh relasi sosialnya.

2. Sangat Membutuhkan Bantuan
Pada tingkatan ini anak autisme hanya bisa berkomunikasi dengan bahasa sederhana. Anak juga kesulitan melakukan komunikasi non verbal.

3. Sangat Amat Membutuhkan Bantuan
Pada tingkatan ini anak autisme sangat kesulitan melakukan komunikasi sosial. Anak hanya sebatas merespon tanpa berinsiatif memulai lebih dulu untuk berkomunikasi secara sosial.

Penyebab Autisme

Beberapa faktor menjadi penyebab seorang anak menderita autisme. Mulai dari faktor genetika, gangguan perkembangan otak sampai faktor lingkungan.

Pada faktor lingkungan penyebabnya ketika selama masa kehamilan kemungkinan ibu yang sedang mengandung terpapar zat kimia berlebihan secara tidak sengaja.

Faktor lingkungan juga bisa memperparah autisme seperti pemberian gadget pada anak usia di bawah dua tahun. Kurangnya stimulasi dini pada anak serta kondisi stress orang tua pasca persalinan.

Autisme dan penyebabnya
Faktor lingkungan menjadi salah satu penyebab autisme | ilustrasi Bayu Fitri menggunakan canva

Solusi Autisme

Autisme bisa diobati dengan melakukan terapi yang berkesinambungan. Beberapa metode terapi bagi anak autisme tertera sebagai berikut;

Terapi Bicara dan Bahasa
Pada jenis terapi bicara dan bahasa diajarkan keterampilan komunikasi verbal menggunakan alat peraga komunikasi berupa gambar.

Terapi Perilaku dan Komunikasi
Terapan terapi ini pada anak autisme diajarkan keterampilan komunikasi sosial dan perilaku dalam membangun interaksi.

Terapi Okupasi
Pada terapi ini anak autisme diperkenalkan cara melakukan kegiatan sehari-hari dengan cara sederhana. Seperti menggunakan pakaian dengan benar, mengikat tali sepatu, menggunakan alat makan dan sebagainya.

Pendidikan Khusus
Untuk anak autisme, pendidikan inklusif merupakan pemenuhan kebutuhan yang sesuai dengan kondisi. Metode pengajaran pendidikan inklusif menggunakan pendekatan yang khusus menangani permasalahan yang terjadi pada anak autisme.

Pendekatan Multidisiplin
Terapi ini melibatkan banyak pakar dibidangnya yang bertujuan mempercepat penanganan pada anak autisme sedini mungkin. Beberapa tenaga spesialis sperti dokter anak, psikologis, terapis fisik sampai ahli nutrisi dan gizi dijadikan rujukan dalam menangani anak autisme.

Anak Autisme
Solusi autisme | ilustrasi menggunakan canva oleh Bayu Fitri

Support System Autisme

Autisme sendiri bukan penyakit menular. Autisme bisa disembuhkan melalui terapi yang rutin berkesinambungan. Untuk orang tua yang mempunyai anak autisme akan mencari berbagai cara demi kesembuhan anak tercinta.

Orang tua yang punya anak autisme membutuhkan support system berupa wadah atau komunitas yang berisi kumpulan sesama orang tua yang juga sedang berjuang menyembuhkan anak autisme.

Dalam komunitas ini selain bisa saling menguatkan juga bisa saling berbagi informasi mengenai hal apapun berkaitan dengan penyembuhan autisme.

Teman Autis sebagai website terintegrasi mengumpulkan berbagai informasi nama yayasan khusus anak autis yang tersebar di berbagai kota Indonesia. Beberapa nama diantaranya; Yayasan Mandiri Autisma Indonesia berlokasi di Kota Bogor.

Adalagi Yayasan Ananda Mutiara Indonesia berlokasi di Sidoarjo. Untuk di Jakarta sendiri ada Yayasan Autisme Indonesia, Pediasuit, The Social Club by Peace dan masih banyak lagi.

Selain yayasan bagi orang tua yang membutuhkan informasi tentang klinik atau terapi atau sekolah juga tersedia pada website Teman Autis.

Untuk terapi anak autisme diantaranya adalah; Heartspring Therapy Center dan Joyin The Children’s Center, keduanya berlokasi di Jakarta.

Untuk sekolah khusus anak autisme diantaranya adalah; Sekolah Khusus Autis Bina Anggita Yogyakarta dan Mutiara Edu Sensory Tangerang.

Untuk klinik khusus anak autisme diantaranya adalah; Klinik Tumbuh Kembang Rainbow Castle Jakarta, Keanna Center Jakarta dan Rumah Anak Mandiri Karim Jakarta.

Pendidikan inklusi
Salah satu lembaga pendidikan khusus bagi anak autisme | doc. temanautis.com

Penutup

Sebagai masyarakat umum, bentuk dukungan pada keluarga yang mempunyai anak autis dengan cara mensosialisasikan bahwa autisme bukanlah penyakit dan tidak menular.

Adapun tujuan sosialisasi, supaya membuat lebih banyak masyarakat umum mau mengenal dan mengerti tentang individu dengan diagnosa autisme. Sehingga bisa tercipta lingkungan yang mendukung perjuangan anak autisme sembuh sehingga bisa berkegiatan di tengah masyarakat umum.

Anak autisme terlahir dengan kondisi berbeda. Namun sebetulnya setiap orang terlahir unik dan berbeda termasuk diri Kita sendiri. Oleh sebab itu tidak perlu mempersoalkan perbedaan yang ada namun fokuslah pada kesamaan yang Kita miliki sebagai manusia. Melalui Teman Autis semoga semua anak autis bisa mendapatkan jalan terbaik menyambut masa depan yang cerah.

Leave a Comment