Hobi dan profesi yang sejalan adalah peluang menjanjikan. Profesi Blogger adalah kegiatan berawal dari hobi bercerita. Karya cerita blogger dibuat dalam bentuk tulisan untuk kemudian bisa dimonetisasi menjadi pendapatan.
Hobi dan Profesi
“Emang profesi Blogger menjanjikan ya?”
“Bisa gitu dapat uang dari hobi menulis untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari?”
“Kerjaan Blogger kan nulis doank, terus emang ada yang mau bayar tulisannya?”
Sederet pertanyaan “kepo” sering terlontar dari teman-teman ketika mengetahui profesi Saya yang seorang Blogger.
Untuk menjawab rasa penasaran teman-teman, Saya tidak keberatan berpanjang lebar menjelaskan awal mula sampai pede menjadikan Blogger sebagai salah satu profesi yang Saya tekuni saat ini. Begini penjelasannya.
Awal Perjalanan
Pada dasarnya setiap orang yang “melek” huruf mempunyai kemampuan untuk sekedar berbicara, menulis dan membaca. Namun tahukah teman tidak semua orang bisa mengungkapkan sebuah ide, opini dan buah pikiran dalam bentuk tulisan?
Perjalanan awal Saya menjadi Blogger berawal dari hobi traveling mengunjungi destinasi wisata. Waktu itu Saya hanya ingin mendokumentasikan apa yang Saya lihat, dengar dan rasakan melalui tulisan bercerita.
Dokumentasi di Personal Computer
Dokumentasi cerita perjalanan atau traveling awal mulanya Saya dokumentasikan dalam penyimpanan data pada personal computer (PC). Seiring berjalannya waktu, pada tahun 2016 Saya berkenalan dengan salah satu media online terbesar yang mempunyai kanal kepenulisan dengan topik traveling.
Setiap orang bisa berkontribusi mengirimkan tulisan untuk bisa dipublikasikan jika lolos dari moderasi. Beberapa kali juga Saya mengikuti pelatihan kepenulisan dari media online ini secara free alias tidak berbayar.
Kontributor Media Online
Semakin lama banyak orang yang berminat menjadi kontributor tidak tetap yang bergabung pada kanal ini. Tak jarang diadakan kompetisi dengan berbagai topik seputar traveling.
Tujuannya tentu saja supaya banyak orang yang berminat menjadi kontributor penulis traveling. Mungkin ada yang bertanya apakah sistem ini dibayar? Jawabannya tidak sama sekali.
Kompensasi yang didapatkan biasanya workshop kepenulisan tidak berbayar dan kegiatan traveling bersubsidi.
Untuk traveling bersubsidi biayanya sebagian besar ditanggung penyelenggara. Hal ini menyenangkan karena peserta tinggal berkontribusi sepertiga dari total biaya traveling.
Ikut Kompetisi
Semakin lama Saya mulai bisa menulis secara runut kisah perjalanan atau traveling dengan bahasa media online. Beberapa kompetisi pernah Saya ikuti. Ragam hadiahnya juga beragam. Mulai dari handuk tangan, gantungan kunci, gelas mug, boneka, sampai tiket traveling ke luar negeri.
Ternyata, usaha tidak pernah menghianati hasil. Berkat ketekunan dan kegigihan Saya beberapa kali berhasil memenangkan kompetisi. Ragam hadiah seperti tersebut di atas pun menjadi kenangan manis yang tersimpan di almari kaca rumah Saya.
Hasil Kompetisi
Tahun 2019 hasil terbesar dari dunia kepenulisan traveling melalui media online detiktravel dari detik.com dan menghantarkan Saya pada kemenangan mendapat paket perjalanan wisata ke Seoul Korea Selatan selama 5 hari 4 malam secara tak berbayar atau free.
Peristiwa kemenangan ini semakin membuka mata bahwa “Saya bisa menulis” dan tulisan Saya ada yang “membaca”. Penilaian dewan juri atas tulisan traveling menjadi bukti dari kemampuan kepenulisan yang Saya miliki.
Menurut panitia penyelenggara dalam leaflet pengumuman pemenang, lomba kepenulisan ini diikuti lebih dari 5000 peserta. Hanya ada 3 orang pemenang terpilih yang berhak mendapatkan hadiah paket perjalanan ke Seoul Korea Selatan.
Alhamdulillah ..tanpa henti Saya panjatkan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Pencipta.

Menggunakan Blog Pribadi
Sepulang dari mengikuti perjalanan wisata ke Seoul, Saya semakin memantapkan diri jika Saya bisa dan percaya diri mempunyai media online kepenulisan secara pribadi.
Tujuannya supaya gerak Saya lebih luas serta bisa membahas tema apapun selain dunia traveling.
Selanjutnya Saya membuat blog top level domain atau berbayar melalui salah satu platform wordpress. Saya berniat menjadikan hobi menjadi profesi.
Profesi Blogger
Tahun 2020 sekitar bulan Mei, terjadi pandemi covid-19. Peristiwa ini berakibat pada terbatasnya ruang kegiatan secara offline. Semua kegiatan dilakukan dalam jaringan.
Momen ini yang menjadi awal mula Saya menekuni profesi Blogger. Jika sebelumnya kegiatan blogging atau menulis hanya sambil lalu, namun sejak pademi Saya memantapkan diri untuk berkarya sebagai Blogger Independen.
Monetisasi Blog
Blog Saya mempunyai nichie lifestyle. Beragam tema mengenai gaya hidup sering saya bahas. Mulai dari pengalaman pribadi ataupun bercerita mengenai pengalaman dari orang lain yang pernah berkeluh kesah pada saya.
Lambat laun beberapa tulisan pribadi Saya mendapat respon dari brand produk ternama. Tawaran kerjasama mulai berdatangan. Tugas Saya mereview produk yang sedang dipasarkan oleh brand. Mulai dari elektronik, makanan jasa pembersih rumah sampai tempat kursus.
Masuk Komunitas Blogger
Untuk membangun jejaring Saya masuk ke berbagai komunitas Blogger. Salah satu komunitas blogger adalah Indonesian Social Blogpreneur atau @ISB. Komunitas blogger yang dengan founder Mbak Ani Berta banyak membuka wawasan dan pengalaman baru dalam belajar nge-blog.
Awal masuk komunitas ISB bertepatan saat awal pandemi namun melalui jaringan virtual Saya bergabung dalam pelatihan kelas ISB bertema “Optimasi Blog Untuk Pemula.”
Selanjutnya ada pelatihan virtual “Kelas SEO” dengan pemateri dari pengurus ISB, Kak Ardan. Demikian seterusnya Saya berusaha mengupdate diri sekaligus mengasah keterampilan nge-blog.
Hasil Belajar dari Komunitas Blogger
Pada akhirnya Saya mendapatkan banyak pemahaman yang mendalam tentang cara menulis artikel khususnya pada platform blog. Saya juga menjadi lebih semangat dan percaya diri mengikuti ragam kompetisi.
Hasil kompetisi pun beragam. Namun jangan pernah mempersoalkan hasil akhir yang penting usaha dulu yang maksimal.
Alhamdulillah memenangkan kompetisi yaitu Blogger Perempuan pada tahun ini.

Penutup
Jadi beginilah penjelasan panjang kali lebar terhadap rasa “kepo” dari teman-teman Saya saat mereka bertanya tentang apa itu profesi Blogger. Bagaimana caranya dan seterusnya. Paling mudah memberikan penjelasan berdasarkan pengalaman pribadi.
Saya pribadi selalu menyarankan teman-teman yang berminat mendalami blogging sebagai langkah awal usahakan untuk rajin menulis. Terbitkan di media UGC atau User Generated Content seperti kompasiana.com. kumparan, idn media dsb.
Terakhir rajin ikut kompetisi.Tujuan utama mengikuti kompetisi untuk mengukur kemampuan kepenulisan dari gaya bahasa yang Kita miliki. Apakah menarik atau tidak dimata dewan juri dan pembaca pada umumnya.
Jika meraih kemenangan berarti tulisan Kita punya “nilai tambah”. Jika belum meraih kemenangan berarti ada yang harus diperbaiki dari cara menulis Kita.
Seperti kata pepatah;
“jika ada 10 kompetisi, ikutlah sampai 11 kompetisi”. Kiasan ini mengandung makna selalu usahakan yang terbaik dan jangan pikirkan hasil akhir. Selamat menulis, mereview dan menjadi seorang Blogger.

Seorang blogger yang senang bercerita melalui tulisan mengenai kegiatan sehari-hari yang berhubungan dengan lifestyle khususnya tips, keuangan, kecantikan, review produk dan teknologi