Imunisasi Bagi Penyandang Disabilitas untuk Indonesia yang Lebih Sehat

Imunisasi bagi penyandang disabilitas mendapat perhatian dari pemerintah dengan diberikannya akses inklusif. Penyandang disabilitas mempunyai hak setara untuk mendapatkan layanan imunisasi.

Penyandang disabilitas adalah kelompok rentan yang pemberian imuniasinya diperhatikan dengan seksama. Sebagian penyandang disabilitas mempunyai kemampuan gerak terbatas. Oleh karenanya harus ada dorongan dari pihak non disabilitas untuk menyediakan layanan imunisasi inklusif.

Kasus terbaru pada kejadian pandemi covid-19 dua tahun lalu dimana kelompok disabilitas seolah terpinggirkan. Padahal sejatinya kelompok disabilitas mempunyai hak yang sama untuk mendapatkan layanan kesehatan termasuk imunisasi.

Saat ini pemerintah melakukan gerak cepat dengan membuka akses inklusif terhadap hak imunisasi untuk penyandang disabilitas.

Imunisasi bagi penyandang disabilitas
Akses inklusif bagi penyandang disabilitas | ilustrasi by Canva oleh Bayu Fitri

Pengalaman Imunisasi Disabilitas

Sebagai pendamping dari orang dengan kemampuan pendengaran terbatas atau tuna rungu, Saya mendampingi kakak sepupu untuk bisa mendapatkan vaksin Covid-19. Layanan vaksin Covid-19 diberikan oleh puskesmas setempat.

Untung saja layanan puskesmas setempat sangat informatif. Salah satu petugas puskesmas rutin membagikan jadwal vaksin Covid-19 melalui petugas RT dan RW di tempat Saya tinggal.

Terbatasnya persediaan vaksin Covid-19 membuat petugas puskesmas memberlakukan sistem antrian. Artinya warga yang ingin vaksinasi diatur kedatangannya melalui koordinasi dari petugas tingkat RT dan RW.

Tak terkecuali bagi penyandang disabilitas juga mendapatkan hak yang sama. Biasanya Saya mendaftarkan kakak sepupu untuk vaksin Covid-19 satu hari sebelum jadwal vaksin berlangsung.

Keesokan harinya Saya akan mengantar kakak sepupu menuju layanan puskesmas setempat untuk mendapatkan vaksin. Tidak ada antrian berarti ketika sudah tiba di puskesmas. Begitu datang tidak sampai 10 menit nama kakak sepupu dipanggil untuk mendapatkan dosis vaksin Covid-19.

Tidak ada perlakuan berbeda bagi penyandang disabilitas. Bahkan petugas puskesmas sendiri sangat senang dan menyambut hangat ketika Saya datang bersama kakak sepupu ke puskesmas untuk mendapatkan vaksin Covid-19.

Pelaksanaan vaksin Covid-19 untuk kakak sepupu Saya berjalan lancar mulai dari vaksin dosis pertama Covid-19, vaksin dosis kedua Covid-19 sampai vaksin Covid-19 tahapan booster.

Menurut petugas Puskesmas, layanan vaksin Covid-19 bagi penyandang disabilitas bersifat inklusif. Artinya penyandang disabilitas mempunyai hak yang sama untuk mendapatkan vaksin Covid-19 tanpa terkecuali.

Hanya saja dengan ruang gerak tubuh terbatas maka sebaiknya pendamping orang disabilitas juga harus bersedia aktif memberikan pendampingan pada penyandang disabilitas. Mulai dari berbagi informasi sampai menemani dan mengantar ke layanan kesehatan setempat.

KIPI sesudah vaksin
Layanan kesehatan yang menyediakan vaksinasi | sumber: doc.pribadi

KIPI Sesudah Vaksin Bagi Disabilitas

Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi atau KIPI menimbulkan rasa ketakutan bagi  sebagian besar masyarakat. Namun menurut pakar kesehatan, kejadian KIPI tidak terjadi begitu saja. Ini bisa terjadi jika ada penyakit penyerta sebelumnya atau sedang mengkonsumsi jenis obat-obatan tertentu.

Untuk menghindari KIPI maka disarankan untuk mengisi data diri dan menceritakan riwayat kesehatan  yang sebenarnya pada petugas sebelum imunisasi dilakukan. Hal ini bisa menjadi bahan pertimbangan untuk dianalisa tenaga kesehatan supaya tidak terjadi KIPI.

Jikapun terjadi KIPI biasanya bisa sembuh dengan sendirinya atau dikategorikan KIPI dengan respon tubuh sesudah vaksin yang biasa saja. Respon terjadi karena tubuh dimasuki bakteri lemah sebagai isi vaksin untk memancing kekebalan tubuh seseorang.

Pengalaman kakak sepupu Saya sebagai penyandang disabiitas kebetulan tidak ada penyakit penyerta. Sesudah mendapatkan vaksin Covid-19, yang dirasakan kakak katanya tangan teras pegal-pegal dan mengantuk. Sesudah melakukan istirahat yang cukup maka pengaruh KIPI  akan berangsur menghilang dengan sendirinya.

Kelompok Rentan

Pada kasus pandemi Covid-19, penyandang disabilitas masuk dalam kelompok yang rentan terpapar virus Covid-19. Keterbatasan ruang gerak tubuh terkadang membuat disabilitas tidak leluasa menyiapkan perlindungan untuk diri sendiri. Misalnya penggunaan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

Namun jika penyandang disabilitas sudah mendapatkan hak imunisasi seperti vaksin Covid 19 maka setidaknya sudah terbentuk kekebalan tubuh terhadap serangan virus Covid-19.

Jika sekelompok penyandang disabilitas sudah mendapatkan vaksin Covid-19 maka akan terbentuk kekebalan kelompok diantara sesama penyandang disabilitas sendiri. Pada akhirnya penyandang disabilitas mempunyai daya tahan tubuh kuat.

Mempunyai daya tahan tubuh kuat maka kemungkinan terpapar virus berbahaya dapat diminimalisir. Selanjutnya kemungkinan menularkan virus berbahaya bagi orang disekitarnya juga semakin kecil.

Apa itu Imunisasi?

Imunisasi adalah upaya perlindungan yang dilakukan dengan tujuan mencegah terpaparnya seseorang dari suatu penyakit dikemudian hari. Seseorang yang mendapatkan imunisasi mempunyai daya tahan tubuh yang bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain.

Jika orang yang sudah mendapatkan imunisasi maka ia akan kebal terhadap serangan virus dan setidaknya minim untuk bisa menularkan penyakit atau virus pada orang lain.

Imunisasi Penting untuk Indonesia Lebih Sehat

Vaksinasi, Vaksin dan Imunisasi

Banyak orang belum bisa membedakan antara vaksinasi, vaksin dan imunisasi. Berikut definisi dari ketiganya.

Vaksinasi adalah cara memberikan vaksin dalam tubuh. Ada dua cara yaitu disuntik atau diteteskan ke mulut (oral).

Vaksin sendiri adalah zat yang dibuat untuk mempercepat pembentukan kekebalan tubuh terhadap serangan penyakit.

Imunisasi adalah proses yang terjadi dalam tubuh supaya individu bisa bertahan jika terserang penyakit.

Terdapat dua imunisasi yaitu aktif dan pasif. Imunisasi aktif sifatnya memancing tubuh supaya mengeluarkan antibodi sebagai benteng pertahanan dalam menghadang virus penyebab penyakit.

Sedangkan imunisasi pasif bersifat eksternal dimana tubuh tidak dipancing mengeluarkan antibodi melainkan diberikan suntikan antibodi yang sudah jadi. Contohnya adalah suntikan imunoglobulin yang bertujuan mencegah infeksi pada orang yang kekurangan antibodi.

Edukasi Imunisasi Sejak Dini

Setelah mengetahui definisi dari imunisasi maka menjadi jelas jika upaya mencegah lebih baik daripada mengobati.

Pemberian imunisasi di Indonesia bersifat “wajib” dan mempunyai landasan hukum yang kuat. Hal ini diatur oleh UU Kesehatan No. 36 Tahun 2009, yang berbunyi, setiap anak berhak memperoleh imunisasi dasar sesuai dengan ketentuan untuk mencegah terjadinya penyakit yang dapat dihindari melalui imunisasi.

Beberapa penyakit yang bisa dicegah dengan imunisasi seperti polio, hepatitis B, campak, tuberkulosis, difteri, tetanus, pertusis, kanker serviks serta influenza.

Pencegahan penyakit lebih efisien jika terdapat kekebalan kelompok yang terdapat di masyarakat. Efek dominonya untuk masyarakat rentan seperti orang dengan penyakit bawaan tertentu, lansia dan penyandang disabilitas bisa ikut terlindungi dari serangan penyakit tersebut.

Manfaat Imunisasi

Imunisasi tidak hanya bermanfaat bagi diri sendiri namun juga bagi orang lain. Jika diri sendiri sudah diimunisasi maka ketika terjadi serangan penyakit maka antibodi tubuh akan melawan. Kemungkinan untuk menularkan penyakit kepada orang lain mengalami penurunan.

Individu yang diimunisasi dapat menjadi pelindung penyakit bagi orang di luar dirinya. Khusus bagi orang dengan daya tahan tubuh terbatas karena usia atau penyakit seperti lansia sehingga menjadi tidak mudah tertular.

Penutup

Pemberian imunisasi apapun jenisnya, sejatinya untuk melindungi diri sendiri dan orang lain dari serangan virus berbahaya di kemudian hari. Untuk itu penting melakukan imunisasi terutama untuk imunisasi dasar mulai dari bayi baru lahir sampai masa pertumbuhan.

Tak terkecuali bagi penyandang disabilitas juga wajib dan harus mendapatkan akses inklusif untuk mendapatkan imunisasi apapun jenisnya.

Jadi jika ada program pemberian imunisasi dari layanan kesehatan jangan diabaikan karena dengan imunisasi kita bisa menyelamatkan diri sendiri dan orang lain dari serangan virus atau penyakit yang tidak diinginkan.

Ayo Lindungi Diri, Keluarga dan Masyarakat dengan Imunisasi Lengkap

Imunisasi penting dan bermanfaat untuk Indonesia yang Lebih Sehat.

1 thought on “Imunisasi Bagi Penyandang Disabilitas untuk Indonesia yang Lebih Sehat”

  1. Setujuuu banget dengan isi artikelnya mba. Orang2 dengan disabilitas memang berhak utk mendapatkan vaksin juga, sama seperti orang2 lainnya. Support dari orang2 sebagai pendampingnya juga penting. Krn tanpa bantuan mereka, bakal sulit buat penyandang disabilitas utk mendapat akses ke vaksin.

    Aku termasuk yg suka ketuker2 membedakan antara vaksin dan imunisasi mba 😅. Intinya, imunisasi itu prosesnya, dan vaksin adalah caranya, gitu kan Yaa. 😅

    Reply

Leave a Comment