Mengatasi Stroke dengan Cara Bertindak Cepat

Mengatasi stroke dengan cara bertindak cepat dapat meningkatkan kualitas hidup penyandang stroke. Kemungkinan sembuh bisa dimaksimalkan. Caranya dengan segera mencari pertolongan ke rumah sakit terdekat.

“Prang ..”. terdengar suara piring jatuh dari arah ruang makan di suatu pagi. Saya yang sedang ada di kamar segera keluar. Saya melihat Paman terduduk lemas di bawah meja makan dengan isi piring tumpah berhamburan.

Seketika semua penghuni rumah berdatangan menuju ruang makan, begitu juga anak Paman atau Sepupu Saya yang segera memeriksa kondisi ayahandanya.

Saya melihat Paman bicaranya pelo sambil berkeringat sebesar biji jagung. Tanpa membuang waktu kami segera membawa Paman masuk ke dalam mobil dan menuju ke rumah sakit terdekat.

Sesampai di rumah sakit, Paman segera masuk ke IGD untuk dilakukan pemeriksaan. Selang beberapa saat dokter keluar dan memberi info jika Paman baru saja terkena serangan stroke.

Untung saja Paman segera di bawa ke rumah sakit sehingga penanganan cepat dilakukan. Dokter mengharuskan Paman dirawat sembari menjalani berbagai terapi.

Alhamdulillah kondisi Paman semakin lama semakin membaik sampai hari ini. Cerita di atas adalah kejadian enam bulan yang lalu, dimana saya menyaksikan sendiri bagaimana situasi jika anggota keluarga terkena serangan stroke.

Mengatasi stroke
Temu Bloggers dalam rangka “Hari Stroke Sedunia” | doc. pribadi

Mengatasi Stroke

Pada tanggal 21 Oktober 2022, Saya bersama Komunitas Bloggercrony menghadiri kegiatan “Temu Blogger dalam Rangka Peringatan Hari Stroke Sedunia tahun 2022”. Adapun temanya yaitu, “Setiap Menit Berharga SeGeRa Ke RS.

Setiap tanggal 29 Oktober diperingati juga “Hari Stroke Sedunia”. Untuk tahun 2022 hari stroke sedunia menampilkan tema ” The Power of saving #Precioustime”

Pada kegiatan ini diadakan diskusi dengan moderator Mbak Wardah Fajri dari Komunitas Bloggercrony. Adapun narasumber dalam diskusi ini yaitu; Budi Gunadi Sadikin, Menteri Kesehatan RI.

Selain itu ada Dr. dr. Maxi Rein Rondonuwu, DHSM., MARS, Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes RI dan dr. Mursyid Bustami, Sp.S(K), KIC, M.ARS Direktur Utama Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RS PON).

Menurut data dari World Stroke Organization per tahun 2022, kejadian orang terkena stroke tertinggi pada usia 50 – 69 tahun. Diatas usia 70 tahun hanya 40% dan kurang dari 50 tahun ada sekitar 16 % orang yang rentan terkena stroke. Peluang orang terkena stroke pada usia lebih dari 25 tahun yaitu satu berbanding empat.

Resiko akibat stroke cukup tinggi yaitu sebesar 6,5 juta orang akan mengalami kematian dari total 12,2 juta penderita stroke. Ini artinya hampir separuh penderita stroke berakhir dengan kehilangan nyawa

Gejala Stroke

Sebelum mengetahui cara mengatasi stroke terlebih dulu harus bisa mengidentifikasi atau mencermati gejala jika stroke menyerang. Gejala stroke dapat terlihat secara kasat mata seperti; rabun/ pandangan mata kabur secara mendadak, sakit kepala yang datang mendadak, bicara pelo, baal atau kebas tubuh namun satu sisi saja.

Jika terdapat gejala seperti itu maka segera mencari pertolongan ke rumah sakit terdekat.

Stroke sendiri adalah gangguan suplai darah yang berkurang menuju bagian otak karena terjadinya penyumbatan. Stroke juga bisa terjadi jika ada pembuluh darah yang mendadak pecah.

Akibat Stroke

Akibat dari terhambatnya aliran darah ke otak yang sekaligus membawa oksigen maka sel otak dapat mati dalam hitungan sekian menit. Matinya sel otak dalam hitungan menit membuat fungsi bagian tubuh yang dikendalikan sel otak menjadi rusak.

Jika diri sendiri atau orang terdekat terkena stroke segera menuju ke rumah sakit dan ceritakan pada dokter syaraf mengenai gejala awal yang terjadi. Misalnya apakah kebas lebih dulu, bicara pelo lebih dulu dan sebagainya.

Semakin cepat membawa diri orang atau penderita stroke ke rumah sakit maka semakin cepat tindakan penanggulangan stroke dapat teratasi. Sehingga kualitas hidup penderita stroke dapat tertolong tanpa mengakibatkan cacat parah sepanjang usia.

Faktor Penyebab Stroke

Penyebab penyakit stroke terbesar adalah gaya hidup dan jenis makanan yang dikonsumsi. Beberapa kandungan bahan pembuat makanan, jika dikonsumsi berlebihan dapat menyebabkan tekanan darah tinggi. Ada juga yang mengakibatkan gula darah melonjak. Bahkan ada kandungan bahan makanan yang kurang nutrisi kemudian digunakan untuk diet.

Untuk penyebab stroke dari gaya hidup berkaitan dengan kebiasaan merokok, kurang gerak atau jarang berolahraga, tidak dapat mengendalikan stress dan sering begadang atau kurang istirahat.

Supaya tidak terkena stroke maka hindari faktor penyebab stroke sedini mungkin. Rutin melakukan pemeriksaan atau deteksi dini cek kesehatan berkala dengan pemantauan tinggi serta berat badan. Selain itu rutin mengukur gula darah serta mengukur tekanan darah minimal satu tahun sekali bagi orang dengan riwayat tidak punya penyakit menular.

Sedangkan bagi orang dengan riwayat penyakit Diabetes Militus dan Hipertensi dapat melakukan pemeriksaan skrining penyakit Kardiovaskular dan Stroke minimal satu tahun sekali.

Rumah Sakit Pelayanan Stroke

Stroke termasuk dalam penyakit katastropik ketiga dengan pembiayaan tertinggi. Penyakit stroke ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Menurut data BPJS Kesehatan per 2021, telah mengcover biaya penderita penyakit stroke dengan jumlah total Rp. 1,91 Triliun.

Pemerintah melakukan upaya kuratif atau pemberian layanan pemulihan kesehatan bagi masyarakat. Antara lain ditetapkannya rumah sakit vertikal dengan layanan stroke tingkat paripurna sebanyak 9 rumah sakit. Untuk tingkat utama ada tiga rumah sakit.

Untuk tingkat madya ada 6 rumah sakit. Rumah sakit tersebut dilengkapi dengan fasilitas Cath Lab sebanyak 292 buah. Sebaran rumah sakitnya ada yang RS Pemerintah maupun RS Swasta.

Cath Lab sendiri adalah layanan kateterisasi jantung dan angiografi untuk menentukan diagnosa penyakit jantung dan pembuluh darah. Namun Cath Lab juga digunakan dalam penanganan penyakit saraf seperti stroke.

Pemulihan Pasien Stroke

Jika pengobatan pasien stroke sudah selesai langkah selanjutnya adalah pemulihan kondisi pasien stroke. Upaya rehabilitatif dilakukan saat pasien masih dalam perawatan di rumah sakit dan saat pasien sudah pulang dari rumah sakit.

Pada saat pasien sudah pulang dari rumah sakit dikatakan pasien berada dalam fase kronis . Upaya rehabilitatif yang dilakukan adalah mencegah serangan stroke berulang. Akibat dari serangan stroke berulang membuat pasien bisa mengalami disabilitas.

Menghadapi hal ini dibuatlah kebijakan dari pemerintah mengenai pelayanan rehabilitasi dalam bentuk homecare. Layanan ini menggunakan sumberdaya dari kader terlatih supaya bisa mengedukasi keluarga dan caregiver dalam melatih penderita stroke.

Penutup

Penyakit stroke tidak bisa dianggap sepele. Jika ada orang terkena serangan stroke artinya ia sedang berpacu dengan waktu. Semakin cepat mendapat penanganan maka dampak dari penyakit stroke dapat segera tertangani. Demikian review Mengatasi Stroke dengan Cara Bertindak Cepat. Semoga informasi ini bermanfaat.

Leave a Comment