Tips Menyimpan Bahan Pangan Supaya Tetap Segar

Bahan pangan yang dibeli sebagian besar disimpan untuk persediaan. Dibutuhkan tips menyimpan bahan pangan supaya tetap segar saat diolah. Bahan pangan sendiri terdiri dari dua jenis yaitu bahan pangan nabati dan bahan pangan hewani. Proses penyimpanan bahan pangan yang benar akan menghasilkan olahan makanan enak dan sehat.

Jenis Bahan Pangan di Indonesia

Di Indonesia jenis bahan pangan dikelompokkan sesuai dengan kebiasaan makan penduduk setempat. Terdiri dari pangan pokok, lauk pauk, sayuran, buah dan susu. Secara umum disebut 4 sehat 5 sempurna. Pangan pokok terdiri dari beras, ubi, jagung dan sagu. Sedangkan lauk pauk terdiri dari protein hewani dan nabati seperti; ikan, ayam, tahu, tempe dan sebagainya.

Menyimpan Bahan Pangan

Setiap dua minggu sekali saya rutin berbelanja kebutuhan bahan pangan segar sebagai stok persediaan. Setelah berbelanja saya harus memilah stok bahan pangan untuk disimpan dalam tempat penyimpanan. Ketika menyimpan bahan pangan saya pribadi mengelompokkan menjadi dua bagian besar. Pengelompokkannya menjadi; bahan pangan kering dan bahan pangan basah.

Menyimpan bahan pangan
Aneka bahan pangan untuk kebutuhan sehari-hari

1. Bahan pangan kering

Penyimpanan bahan pangan kering harus memperhatikan tingkat kelembapan udara. Beberapa bahan pangan harus disimpan pada suhu ruang yang tidak terlalu lembap. Untuk itu perhatikan jenis bahan pangan, tempat penyimpanan dan kelembapan ruang.

Beras
Bahan pangan ini adalah bahan pokok untuk sebagian besar orang Indonesia. Saya pribadi membeli beras untuk stok kebutuhan pangan selama sebulan. Tempat penyimpanan beras yang saya pilih adalah gentong terbuat dari plastik yang selalu saya cuci bersih setiap mengisi ulang beras baru.

Penyimpanan gentong beras ada dibawah rak dapur dan dijaga kelembapannya dengan tidak menaruh barang basah seperti lap basah atau perabotan basah dekat gentong beras tersebut. Cara menyimpan beras adalah salah satu tips supaya nasi yang dihasilkan pulen dan enak disantap. Setelahnya untuk menghasilkan nasi yang enak ternyata ada cara memasak nasi menggunakan panci seperti diceritakan kak Renov.

Penyedap masakan kemasan
Kecap manis, kecap asin, pala, lada, kayu manis, garam, saus tiram, minyak goreng dan sejenisnya adalah bahan untuk masak dan penyedap masakan yang biasanya dikemas dalam plastik atau wadah kemasan. Tempat menyimpannya saya letakkan pada lemari dapur.

Untuk mencegah kadaluarsa sebaiknya beli penyedap masakan kemasan ukuran kecil atau tergantung pemakaian. Jika isi ulang atau refiil, tempatkan dalam wadah bertutup rapat yang telah dicuci bersih lebih dulu.

Makanan instant
Terkadang saya membeli persediaan makanan instant. Seperti mie instant, mie kering, bihun goreng, kacang tanah mentah, sarden dan sejenisnya. Tata makanan instant dalam lemari penyimpanan dengan susunan yang rapi. Tujuannya supaya kita bisa melihat semua jenis persediaan yang masih ada. Sehingga dapat meminimalisir penumpukan persediaan akibat pembelian berlebih.

2. Bahan pangan basah

Bahan pangan ini termasuk bahan pangan segar yang penyimpanannya membutuhkan tempat dan perlakuan khusus. Karena usia keawetannya terbatas maka perlu disiasati dengan teknik penyimpanan tertentu.

Sayur mayur
Bahan pangan ini mempunyai usia kesegaran yang sangat singkat. Terlebih jika rantai perjalanan sayur mayur dari tempat asal hingga ke tangan konsumen sangat panjang serta lebih dari 15 jam.

Untuk mensiasatinya segera olah sayur mayur saat itu juga sesaat setelah dibeli. Jika ingin disimpan dalam keadaan mentah tidak lebih dari satu hari. Untuk sayur mayur seperti kangkung dan bayam yang masih ada akarnya bisa direndam dengan sedikit air. Letakkan di samping keran bak cuci piring supaya kelembapan terjaga.

Untuk sayur daun singkong dan daun papaya biasanya saya rebus sampai matang dan empuk, buang airnya, angkat dan peras air sayur hingga kering. Masukkan dalam kotak penyimpanan kedap udara dan simpan dalam kulkas. Rebusan daun singkong atau papaya dapat bertahan hingga seminggu sebelum diolah menjadi masakan.

Untuk sayur berumbi seperti wortel, biasanya saya cuci dan kupas kulitnya kemudian potong menjadi 3 bagian dan rebus setengah matang. Setelahnya masukkan dalam kotak kedap udara dan simpan dalam kulkas.

Untuk jenis sayur buah seperti terung, labu siam, bit, timun, tomat, kol, cabai segar dan sebagainya biasanya disimpan mentah dibungkus kertas dan simpan dalam kantong plastik. Usia pakainya tidak lebih dari satu minggu jika ingin tetap dalam keadaan segar.

Bumbu dapur segar
Bawang merah, bawang putih, bawang bombay, lengkuas, jahe, kunyit, daun sereh, daun salam adalah bumbu dapur basah. Untuk bawang merah, dan bawang putih harus dalam keadaan kering. Cara menyimpannya, taruh bawang merah dan bawang putih pada rak terbuka di dapur. Sedangkan untuk bawang bombay, daun salam, sereh saya bungkus kertas koran lalu simpan dibagian bawah kulkas. Untuk rimpang saya simpan pada rak terbuka di dapur.

Protein Hewani

Bahan pangan dengan protein hewani dibutuhkan tubuh sebagai asupan nutrisi. Terdiri dari daging sapi, ayam, ikan dan telur unggas. Berikut cara menyimpan bahan pangan protein hewani

Ikan
Untuk ikan biasanya saya beli dalam kondisi segar. Jenis ikan yang saya beli biasanya ikan nila, lele, gurame, mujaer. Kemudian minta tolong tukang ikan membersihkan dan menyiangi ikan. Sampai rumah cuci ikan dengan air mengalir, beri kucuran air jeruk nipis untuk menghilangkan amis, bilas kembali dengan air matang dan simpan dalam pastik.

Selanjutnya masukkan dalam freezer. Cara penyimpanan ikan seperti ini biasanya tahan sampai 2 – 3 minggu. Jika ingin dimasak, keluarkan ikan pada suhu ruang. Kondisi ikan, niscaya masih dalam keadaan segar dengan tekstur daging ikan yang padat dan kenyal.

Cara lain menyimpan ikan dengan memberi bumbu atau marinasi kemudian disimpan dalam kotak penyimpanan. Namun cara ini tidak dapat disimpan teralu lama. Menurut pengalaman 2 hari adalah batas waktu untuk segera mengolah ikan yang sudah dimarinasi. Lewat dari itu maka daging ikan sudah lembek dan berlendir.

Daging sapi
Jika membeli daging sapi mentah, maka sesudah tiba di rumah langsung masukkan dalam freezer tanpa dicuci lebih dulu. Hal ini untuk menghindari berkembangnya bakteri pada daging. Daging yang disimpan pada keadaan  beku dapat bertahan dan masih segar dalam waktu waktu 3 – 4 minggu.

Marinasi

Cara menyimpan daging yang lain sama seperti ikan yaitu dengan memberi bumbu atau marinasi. Hanya saja menurut pengalaman saya lebih efektif jika sudah dimasak dengan bumbu pada kondisi setengah matang. Misalkan daging dimasak bumbu empal, daging dimasak bumbu rendang, daging dimasak bumbu semur dan sebagainya. Untuk waktu penyimpanan daging yang sudah berbumbu sebaiknya tidak lebih dari satu minggu.

Ayam
Jika membeli ayam potong biasanya saya ungkep dengan bumbu kuning. Kemudian masukkan dalam kotak kedap udara dan simpan dalam kulkas. Jika ingin mengolah lebih lanjut tinggal keluarkan ayam ungkep dan tunggu hingga suhu ruang sebelum diolah lebih lanjut.

Jika membeli ayam fillet atau ayam tanpa tulang biasanya setelah dicuci bersih kemudian saya kucurkan air jeruk nipis. Setelah itu rebus ayam fillet hingga setengah matang. Setelah dingin bungkus potongan ayam dalam plastik, masukkan dalam freezer. Rebusan ayam tanpa tulang yang disimpan di freezer dapat bertahan hingga 2 minggu.

Telur Unggas

Sebagai produk turunan unggas, telur mempunyai usia pakai yang relatif singkat kurang lebih 2 minggu. Setelah membeli telur, sesampai di rumah cuci bersih telur sampai tidak ada kotorannya. Karena kotoran unggas yang melekat pada kulit telur, bakterinya dapat masuk melalui pori-pori ke dalam isi telur. Setelah telur tercuci bersih tiriskan dan angin-anginkan kemudian simpan dalam kotak telur dalam kulkas. Telur unggas yang umum dikonsumsi adalah telur ayam, telur bebek dan telur puyuh.

Demikian Tips Menyimpan Bahan Pangan Supaya Tetap Segar berdasarkan pengalaman pribadi saya. Bagaimana dengan teman-teman semua? Apakah mempunyai tips berkaitan dengan menyimpan bahan pangan supaya tetap segar? Boleh sharing ya di kolom komentar.

Terima Kasih

 

12 thoughts on “Tips Menyimpan Bahan Pangan Supaya Tetap Segar”

  1. Karena kondisi seperti ini. Aku sekarang seringnya ngolah dagingnya langsung kak. Jadi cuma direbus aja dulu gitu. Abis itu masukin kulkas. Tapi udah dipotong dadu. Biarin deh kaldunya berkurang. Abisnya rada takut gitu kak kalo nda dicuci suka kepikiran

    Reply
  2. Wah mbak, tipsnya berguna banget. Baru kali ini saya tahu cara menyimpan daging sapi yang ternyata langsung masukin aja ke freezer. Begitu juga dengan fillet ayam yang direbus dulu baru masukin ke freezer kalau belum mau diolah dulu.

    Telur ayam juga saya baru tahu kalau bakteri bisa masuk ke dalam kulit telur. Jadi serem ngebayanginnya.

    Reply
    • Kalau untuk bumbu-bumbu, kecuali keluarga bawang bawangan biasanya suka beli yang modelnya bubuk aja nih. Btw kalau sudah kadaluarsa, apakah bumbu kering masih aman dipergunakan kah?

      Reply
  3. Kl penyimpanan ikan, saya gak pernah sih bilas dgn air matang, biasanya dari pasar saya langsung simpan ke freezer, pas mau dimask baru dicuci bersih

    Reply
  4. Aku juga kalau beli bahan makanan basah atau kering seperlunya aja, dan tidak disimpan terlalu lama, karena akan mengurangi nutrisi dari makanan trsbut. Apalagi makanan basah ya mbak. Btw runut tulisannya keren.

    Reply
  5. Keren nih tipsnya mbak. Aku aja kadang ga kepikiran untuk memilah milah bahan pangan. Dulu banget aku ga tahu telur itu bisa dimasuki bakteri. Skrng habis beli langsung aku cuci

    Reply

Leave a Comment