Begini Tantangan OYPMK dalam Dunia Kerja

OYPMK dalam dunia kerja ingin mendapatkan perlakuan setara. Tantangan OYPMK dalam dunia kerja tidak bisa dianggap mudah.

Penderitaan orang yang pernah menderita kusta atau OYPMK berawal saat mengetahui dirinya terdiagnosa mengidap penyakit kusta. Ketika menjalani rangkaian pengobatan tak jarang orang yang terkena kusta menjadi depresi. Hal ini terjadi karena perubahan perlakukan dari masyarakat lingkungan sekitar.

OYPMK dalam Dunia Kerja
Talkshow virtual KBR tentang OYPMK | doc. pribadi

OYPMK dalam Dunia Kerja

Penderita kusta sering dianggap membawa penyakit menular atau dianggap sedang menerima penyakit kutukan. Stigma negatif ini semakin lama membuat penderita kusta tertekan dan berakibat menurunnya daya tahan tubuh. Hal ini menyebabkan proses penyembuhan penyakit kusta menjadi lama.

Untuk penderita kusta yang sudah sembuh status mereka berubah menjadi orang yang pernah menderita kusta atau OYPMK. Sayangnya proses labeling seperti ini untuk sebagian masyarakat masih dipandang dengan konotasi negatif.

OYPMK dan Stigma Negatif

Stigma negatif yang terlanjur melekat pada OYPMK sepertinya susah hilang. Hal ini terbukti ketika OYPMK berbaur pada masyarakat. Masih banyak penolakan atas kehadiran OYPMK.

Tak jarang ketika OYPMK melamar ke sebuah perusahaan, pihak manajemen merasa keberatan. Hal ini terjadi karena manajemen harus menyediakan aksesibilitas di tempat kerja dan takut menderita kerugian. Belum lagi kemampuan bekerja OYPMK sering dipandang sebelah mata.

Menurut data per tahun 2019, hanya 45,9% atau hanya 5 orang dari 10 penyandang OYPMK dan disabilitas yang masuk dalam partisipasi angkatan kerja. Menurut data pula hanya sepertiga partisipasi OYPMK dan penyandang disabilitas yang diterima pasar tenaga kerja.

Jumlah ini lebih rendah dibandingkan penerimaan tenaga kerja bagi partisipasi non disabilitas dan non OYPMK. Padahal sejatinya OYPMK sudah sembuh seratus persen dari penyakit kusta. Dengan demikian tidak ada alasan untuk memberi perlakukan berbeda kepada OYPMK.

Perusahaan Menerima OYPMK

Seiring berjalannya waktu, beberapa perusahaan mulai menerima OYPMK untuk diterima kerja dalam perusahaan. Umumnya OYPMK ditempatkan pada divisi yang tidak perlu bertemu dengan banyak orang. Dengan demikian OYPMK dapat terhindar dari pandangan sinis orang terhadap status mereka.

Pada tanggal 27 Juli 2022 pukul 09.00 – 10.00 WIB, saya mengikuti talkshow virtual Live Streaming Youtube KBR dengan tema “Peran Pemerintah dalam Upaya Peningkatan Taraf Hidup OYPMK.”

Kegiatan ini dihadiri dua orang narasumber salah satunya dari tenaga kesehatan yaitu Bapak Agus Suprapto, DRG. M.Kes (Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan dan Pembangunan Kependudukan Kemenko PMK RI). Pembicara kedua adalah Bapak Mahdis Mustafa (OYPMK Berdaya/SPV cleaning service, PT. Azaretha Hana Megatrading). Acara ini dipandu oleh penyiar Rizal Wijaya.

Kisah OYPMK yang Mendapat Pekerjaan

Talkshow virtual dimulai dengan kisah Bapak Mahdis Mustafa sebagai OYPMK yang berhasil meniti karir dari bawah  pada sebuah perusahaan. Saat ini beliau menduduki jabatan sebagai supervisor cleaning service. Perjuangan Bapak Mahdis tidak mengenal kata lelah. Beliau berusaha menunjukkan bahwa  OYPMK bisa berdaya dan berkarya.

Saat ini Bapak Mahdis membawahi 2 team cleaning service bagian outdoor dan indoor pada sebuah  perusahaan layanan kesehatan. Hebatnya lagi,  sebagian besar anak buah team cleaning service yang dipimpin Bapak Mahdis berstatus OYPMK.

Dari cerita Bapak Mahdis kita patut memberi apresiasi pada perusahaan tersebut yang bersedia menerima OYPMK seperti bapak Mahdis dan kawan-kawan untuk bekerja.

Stereotip OYPMK sendiri menurut Bapak Agus Suprapto, DRG. M.Kes, masih dipandang sebelah mata oleh berbagai pihak. Mulai dari masyarakat umum sampai sekelas perusahaan. Khusus untuk perusahaan masih banyak yang belum bersedia menerima calon tenaga kerja dengan latar belakang OYPMK.

Beberapa perusahaan yang bersedia menerima OYPMK membatasi penempatan OYPMK hanya pada divisi tertentu. Biasanya OYPMK ditempatkan pada divisi yang tidak bertemu langsung dengan pelanggan.

Penyakit kusta sendiri jika sudah sembuh tidak akan kambuh lagi. Hanya saja perlu diperhatikan perihal menjaga daya tahan tubuh dan lebih perhatian untuk selalu kebersihan lingkungan.

Penutup

Permasalahan OYPMK dalam dunia tenaga kerja dapat ditanggulangi jika stigma negatif perlahan dihilangkan. Dimulai dari pemberian pemahaman melalui literasi pada masyarakat umum bahwa OYPMK sudah bebas 100% dari penyakit kusta.

Selanjutnya pemerintah dapat membuat pemahaman literasi yang tercantum dalam kebijakan bagi perusahaan untuk dapat menerima OYPMK. Hal ini tentu saja disesuaikan dengan mempertimbangkan keahlian yang dimiliki OYPMK.

Semoga OYPMK semakin banyak dapat berdaya demi kehidupan yang lebih baik. Demikian review “Begini Tantangan OYPMK dalam Dunia Kerja.” Semoga informasi ini bermanfaat.

Leave a Comment