Cara mengatur keuangan sehari-hari wajib dilakukan supaya tidak boros. Idealnya pendapatan awal bulan bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Gaiss aku lagi bokek nih, perasaan gaji tiap bulan cuma numpang lewat?”
Ucapan di atas adalah keluhan dari teman yang mengeluh sedang kekurangan uang. Gambaran “bokek” atau sedang tidak punya uang terucap ketika seseorang benar-benar tidak punya uang sama sekali untuk memenuhi kebutuhan harian.
Padahal pendapatan orang tersebut kalau dilihat sekilas lebih dari cukup. Lantas kok bisa kekurangan uang ya? Apakah teman tersebut terlalu boros pengeluarannya? Pertanyaan ini kerap menghampiri kita jika ada orang dengan pendapatan mencukupi namun selalu mengeluh kekurangan uang sebelum akhir bulan tiba.

Mengatur Keuangan
Sebagai pribadi yang produktif seseorang akan berusaha memenuhi kebutuhan dasar hidupnya dari imbalan atas kerja yang dilakukan. Imbalan kerja bisa berupa gaji, honorarium, upah atau imbal jasa. Jenis usaha yang dilakukan juga aneka ragam.
Menjadi pegawai perusahaan, karyawan kontrak, freelance atau pekerja lepas, layanan jasa kepenulisan, pedagang retail, produsen produk dan sebagianya. Semua jenis kegiatan atau pekerjaan tersebut jika ditekuni akan menghasilkan imbal balik.
Masalahnya pendapatan yang diterima individu terkadang “besar pasak daripada tiang.” Artinya lebih besar pengeluaran dibandingkan pendapatan. Akibat yang terjadi ya seperti ungkapan sebagian besar orang bahwa pendapatan yang diterima setiap bulannya seperti numpang lewat saja alias cepat habis sebelum waktunya.
Tips Anti Boros
Supaya pendapatan yang diterima dapat digunakan sesuai asas manfaat tanpa takut boros maka berikut beberapa tips yang dapat dilakukan dengan cara mengatur keuangan sehari-hari;
1. Membuat tujuan keuangan
Setiap individu berusia produktif pastinya mempunyai rencana kegiatan di masa depan. Ada yang ingin menikah, melanjutkan sekolah tinggi, membeli rumah sampai kredit mobil. Untuk mewujudkan rencana di masa depan dibutuhkan biaya atau dana yang tidak sedikit.
Untuk itu penting membuat tujuan keuangan ketika memperoleh pendapatan. Beberapa instrumen keuangan dapat menjadi alat bantu untuk mewujudkan tujuan keuangan. Instrumen keuangan seperti saham, obligasi, reksadana dan lainnya adalah alat untuk dapat membantu tercapainya tujuan keuangan di masa depan.
2. Alokasi dana prioritas
Begitu mendapatkan pendapatan alokasikan segera untuk menyelesaikan kewajiban. Beberapa kewajiban seperti membayar premi asuransi, membayar tagihan listrik dan membayar jaringan internet. Adalagi kewajiban membayar iuran keamanan tempat tinggal harus segera mendapat prioritas pembayaran lebih dulu.
Setelahnya alokasikan untuk pemenuhan pangan selama satu bulan penuh. Terakhir untuk pemenuhan kebutuhan dasar lainnya seperti pembelian obat-obatan, biaya pemeriksaan kesehatan terjadwal, biaya service kendaraan terjadwal dan sebagainya. Terakhir jangan lupa sisihkan dana darurat untuk kejadian tak diinginkan.
3. Checker harga dan manfaatkan diskon
Jika membeli barang usahakan memeriksa harga untuk bahan perbandingan. Cara memeriksa harga saat ini dipermudah dengan ragam aplikasi belanja online. Tak jarang beberapa penjual baik offline maupun online memberikan potongan harga atau diskon pada produk tertentu.
Beberapa toko terkadang sedang menyelenggarakan cuci gudang produk yang dijual. Kondisi ini tentu dapat membantu penghematan pengeluaran. Sehingga jika ada anggaran belanja tersisa dapat dialokasikan untuk pemenuhan kebutuhan lainnya.
4. Reparasi barang
Barang yang dibeli pastinya mempunyai usia pakai. Jika barang tersebut sudah habis usia pakainya namun masih berfungsi dengan baik maka sebaiknya tetap digunakan. Jika ada kerusakan kecil reparasi atau melakukan upaya perbaikan saja supaya dapat dipergunakan lagi. Tindakan ini selain dapat memperpanjang usia pakai barang juga bisa menghemat pembelian barang baru.
5. Beli barang berdasarkan fungsi
Sebaiknya membeli barang sesuai kebutuhan dan fungsi bukan sekedar keinginan. Jika sudah mempunyai barang keluaran terdahulu dan masih berfungsi dengan baik maka tidak perlu membeli barang baru dengan fungsi yang sama.
6. Donasi atau jual barang tak terpakai
Beberapa individu terkadang membuat kegiatan “garage sale“. Kegiatan ini berupa menjual barang bekas layak pakai. Hasil penjualan bisa dipergunakan secara pribadi atau untuk amal. Tak jarang barang bekas layak pakai juga didonasikan untuk yang membutuhkan.
7. Beli barang berkualitas
Membeli barang berkualitas mempunyai tujuan supaya usia pakai dapat bertahan lama. Setidaknya barang berkualitas mempunyai umur ekonomis yang awet. Tindakan ini dapat menghindari tergerusnya pendapatan hanya untuk membeli barang tidak berkualitas sejenis berulang kali.
Pendapat “ada harga ada rupa” terkadang menjadi salah satu faktor berkaitan dengan usia ekonomis suatu produk atau barang.
Penutup
Mengatur keuangan supaya tidak boros adalah suatu keharusan. Ini bertujuan supaya pendapatan yang kita terima setiap bulannya dapat mencukupi pemenuhan kebutuhan harian. Jika bisa mengatur keuangan dengan baik maka individu dapat melakukan kegiatan menyenangkan seperti yang dilakukan Blogger Betawi. Jadi yuk ikuti cara mengatur keuangan sehari-hari dengan cermat.

Seorang blogger yang senang bercerita melalui tulisan mengenai kegiatan sehari-hari yang berhubungan dengan lifestyle khususnya tips, keuangan, kecantikan, review produk dan teknologi